Meski kesal, Lyssa dengan berat hati tetap berangkat menemui Evan. Diantar suaminya, Lyssa berangkat bersama Yuda. Tiba di hangar kecil dekat perumahan, Rainier diarahkan ke parkiran. “Tidak bisakah Mas ikut ke dalam?” gerutu Lyssa. “Aku tunggu parkiran saja.” Lyssa kesal melihat ke depan. Yuda di sebelahnya, diam memperhatikan. Area parkiran lumayan sepi, berhubung ini juga private hangar, jadi tak banyak yang keluar masuk. Keluar mobil, Lyssa kesal melihat suaminya. “Tunggu lobi, Mas,” bilangnya. “Nope. Aku tunggu parkiran.” Rainier dengan kacamata gelapnya tersenyum tipis. Lyssa kesal sekali pada Rainier. Dia gendong putra sulungnya. “Awas saja kalau aku balik gak ada Mas di sini!” “Ada pasti,” jawab Rainier santai. Lyssa terpaksa sekali mengikuti asisten pribadi Evan yang sud

