14

718 Words
I'Cord tunggal Hari yang melelahkan. Deskripsi yang tepat untuk menggambarkan betapa beratnya hari yang Sera jalani di hari ini. Sehabis pembicaraan terakhirnya dengan Jayden, hingga saat ini lelaki itu tak banyak berkata lagi. Dia berucap seperlunya kemudian diam dan terciptalah suasana yang canggung di antara mereka. Dan Sera sendiri tak bisa berbuat banyak untuk mencairkan suasana. Ia juga lebih memilih diam dan berbicara seperlunya. Begitupun saat mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan kemudian beranjak dari gurun yang tandus itu. Hingga perjalanan itu membawa mereka pada lahan hijau yang asri dan sangat berbanding terbalik dengan gurun yang gersang. Tak ada angin kering yang panas, yang ada hanya angin sejuk yang lembab. Aliran sungai yang panjang, pohon pohon yang rindang, dan semua kehidupan dalam hutan ini yang terasa menenangkan. Sera sendiri tak tau sejak kapan ia mulai menyukai aroma kehidupan itu. Mungkin sejak ingatan nya dari masa lalu di bangkitkan kembali, jadi juga memicu munculnya kepribadian dirinya yang selama ini tersembunyi. Ya dia memang mengingat semua nya sekarang. Saat saat dimana ia menjadi ratu di kehidupannya dahulu. Ratu yang diagung-agungkan dan disebut sebut sebagai dewi kehidupan. Dengan kepribadian dari dirinya yang setelah terlahir kembali, sejujurnya Sera merasa geli dengan kisah kehidupan lampunya. Rasanya sangat bertolak belakang antara ia dimasa lalu dan sekarang. Namun kebenarannya, semua sifat dan karakter nya baik itu di kehidupan sebelum nya maupun kehidupan sekarang merupakan apa yang benar benar ada dalam dirinya. Dirinya dimasa lalu menyegel separuh jiwa dengan kepribadian dari sisi lain dirinya, sehingga saat ia tiada masih ada kemungkinan untuk bereinkarnasi, dan jiwa nya bisa menyatu dengan sebagian jiwa yang disegelnya di masa depan. Karena ia sudah memperkirakan akan adanya situasi seperti saat ini. "Ketemu! " Sera yang semula bersandar rileks pada sebuah pohon dikejutkan oleh suara asing yang tiba tiba muncul. Ia menoleh ke sumber suara dan melihat seorang laki laki dan perempuan tengah berdiri dengan tatapan menghakimi terhadap sosok yang memejamkan matanya acuh tak acuh di bawah pohon lainnya tak jauh dari tempat Sera berada. "Enyahlah" Satu kata yang cukup menusuk itu nyatanya mampu menghentikan segala macam hujatan yang diluncurkan oleh dua orang itu terhadap sosok dihadapan mereka yang tak lain adalah Jayden. "Sudah kuduga tak bisa mengharap kata kata maaf dari mulut manis mu itu" Perempuan itu yang tak lain adalah Kiki menjawab dengan sedikit mengeluh. Ia mengedarkan pandangan dan berjalan menjauh mencari tempat peristirahatan yang nyaman untuk dia melanjutkan ukirannya. Menjadi ciri khas tersendiri untuk dirinya dengan pekerjaan itu. Sementara rekan nya yang merupakan Irgy, bersandar dengan tangan terlipat pada pohon yang sama tempat Jayden beristirahat. "Sepertinya hanya tinggal kita bertiga saja. Mau apalagi sekarang? " "Hutan sebelumnya tempat aku menghilang, kalian sudah dapatkan soul soil nya? " Jayden balik bertanya masih dengan mata yang terpejam. Irgy berpikir sesaat sebelum menjawab "Ya, di lembah tempat kau menghilang aku mengambilnya" Tuturnya dengan pandangan seolah menikmati keindahan sekitarnya. "Kiki? " "Oh, kurasa dengan soul soil di hutan ini dia akan menuntaskan misinya" Jayden menghela nafas sejenak lalu membuka mata dan bangkit "Kalau begitu ayo cari" Ujarnya. "Bagaimana dengan mu? " "Dua kristal yang sebelumnya kuberikan masih kau simpan? " "Ya, itu soul soil kan? " "Hm.Kita harus membuat keadaan seimbang lebih dulu. Satu orang tersisa dari pihak Raja Selatan Claderyoz. Dengan begitu saat Kiki menuntaskan misinya keadaan akan seimbang. Dan kau sebagai I'Cord tunggal,akan menjadi kunci penghapusan kali ini" "Oh begitu. Boleh aku tau siapa yang kau maksud dari pihak Raja Selatan? " Bertepatan setelah Irgy menyelesaikan pertanyaannya Kiki menghampiri mereka dengan seorang wanita berjubah hitam. "Apa dia yang kau maksud? " Jayden melirik sekilas dan kembali fokus menatap kedepannya "Ya" Jawabnya singkat. Wanita itu, Sera, hanya diam tanpa ekspresi. Tadi saat ia memilih mengabaikan kehadiran Irgy dan Kiki dirinya malah di hampiri oleh salah satu dari mereka. Dan ia sudah mengkonfirmasi bahwa diantara Irgy ataupun Kiki keduanya sama sama manusia biasa yang memiliki nasib buruk berubah menjadi I'Cord. "Senang bertemu dengan mu, aku Irgy" Sera mengerjab sekali sebagai respon. Ia mengamati lagi, menatap dalam manik biru di depannya. Ternyata ia salah. Lelaki ini bukan manusia biasa yang bernasib buruk. Dia adalah... Orang yang terpilih.... "Kiki, hutan ini adalah kunci misimu. Jadi, mulai bergerak sekarang. Semakin cepat semakin baik. " Jayden berujar sembari berjalan menjauh lebih dulu. "Seakan kau sangat menantikan kelenyapan ku saja" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ?????, 31 ???????? 2020 (00:09 ???) ????????
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD