Apa dia menangis?
Dengan jelas Sera melihat punggung tegap itu bergetar. Perlahan badannya melemas hingga padang di tangannya terjatuh begitu saja. Tubuh kokoh itu jatuh berlutut menyentuh lantai. Dan hal yang sangat tak terduga bagi Sera mendengar seorang ksatria dengan armor baja sepertinya menangis.
Ya, lelaki itu menangis. Bermula dari isakan kecil tertahan hingga menjadi tangisan yang memilukan. Dari suara tangisnya, setiap tetes air matanya, menggambarkan kecamuk dalam jiwanya. Tangisan bermakna kesedihan namun juga menyiratkan kemarahan, kebencian yang berujung dengan ketidakberdayaan.
'William Alexandre Arexis. Raja terakhir dari Kekaisaran tertinggi bangsawan Arexis. '
Sera menoleh saat mendengar suara itu lagi, kali ini ia mendapati seseorang dengan jubah putih bercahaya berdiri di sampingnya. Wajah nya tertutup tudung jubahnya membuat Sera sulit mengenalinya, namun suaranya terasa begitu akrab.
"Siapa kau? "
'Namanya tercatat sebagai Raja terkejam karena dia merupakan dalang dari peristiwa berdarah itu'
Sosok itu terus berbicara tanpa menyahut pertanyaan Sera.
"Apa maumu? "
'Raja William satu satunya Raja yang tak memiliki Ratu. Tapi di balik yang orang tau, ia memiliki seorang putra. '
Lagi lagi dia tak menghiraukan Sera membuat Sera menjadi gusar, "Siapa kau sebenarnya?! Kenap--"
'Jayden Exander,.. '
Sera di bungkam dengan nama itu, entah mengapa saat nama itu di sebut bayangan pria yang ditemuinya di gurun melintas begitu saja.
'Putra tunggal Raja William yang di besarkan diantara para pembunuh. Tiga hal besar mengalir dalam darahnya, Arexis, Ziomist,dan.. Artois. '
Seakan tersadar oleh sesuatu Sera tersentak menatap penuh tanya. Artois adalah nama belakangnya, nama keluarga nya yang telah hancur sepuluh tahun yang lalu.
'Setiap hitam selalu ada putih , begitu cara mencapai keseimbangan dunia ini.
Semua orang menganggap Arexis adalah putih dan Ziom melengkapi sebagai bayangannya. Tapi....
Masih ada satu lagi yang akan terlupakan dalam sejarah panjang ini. Mereka selalu ada di setiap cerita. Selalu muncul dalam bagian penting setiap alur kisah itu. Namun mereka juga yang akan terhapus dalam perjalanan waktu. Tak akan ada yang mengingat keagungan nya, tak akan ada yang mengingat kebijaksanaannya, kesederhanaan, kedermawanan, segala nya tak akan ada seorang pun yang mengingatnya. Sosok malaikat sesungguhnya. Berwajah anggun menawan, berhati putih tanpa noda.
Mereka yang tak tergoyahkan oleh konflik dunia. Mereka yang meniti jalan yang diyakininya, yang tak peduli siapa penguasa siapa berkuasa. Mereka sosok penyelamat yang berkilau bagai permata, mengalahkan kilau bintang di langit, menyaingi terangnya bulan dan matahari.
Mereka.... yang memilih terlupakan dari ingatan. Pemimpin sesungguhnya yang bergerak di belakang layar, yang selalu hadir sebagai ilusi. Keberadaannya nyata, tapi di buat bagai sebuah cerita belaka.
Kapanpun itu.. Ratusan, ribuan, jutaan, milyaran hingga triliunan tahun pun tak akan ada yang tahu akan sosok malaikat yang bersembunyi di balik kelamnya dunia, menuntun satu persatu kebencian menuju jalan kebenaran dan mewujudkan hal yang bernama kedamaian.
Mereka itu yang disebut sebagai... Artois'
Sera merasa atmosfer di sekitarnya berubah sesak. Setiap helaan nafas lebih menuntut. Kilasan balik bayangan dan semua kejadian yang lalu memenuhi kepalanya.
Ia merasa dunia berputar begitu cepat. Pijakannya tak lagi tepat. Matanya menelisik dengan panik di sekelilingnya. Sosok berjubah yang perlahan memudar dan sang Ksatria yang terisak di bawah sinar bulan.
Ia seperti terjepit dalam ruang sempit hampa udara. Dan waktu seakan jadi kacau. Tempat dia berada berubah ubah, begitu pun kejadian kejadian yang terus bertukar cepat hingga membuatnya merasa akan meledak saat itu juga.
Mendadak semua terhenti. Hening. Kosong. Dan hampa.
Ia berdiri di tempat bernuansa gelap. Cahaya remang terpancar dari rembulan yang berpendar tepat di atasnya. Dan dia melihatnya, di depan sana, ksatria dengan pedang dan baju zirahnya berdiri memunggungi dirinya.
Entah ada apa, Sera seakan merasa kehilangan kendali atas tubuhnya, kakinya berjalan tanpa diperintah. Semakin dekat dengan sosok yang berdiri kokoh di depan sana. Hingga di jarak beberapa langkah dia berhenti. Tangannya bergerak tanpa aba aba, naik perlahan kemudian hinggap di bahu tegap itu.
Sosok itu menolehkan kepalanya pada tangan yang menyentuh bahunya. Lalu pandangannya terangkat dan bertubrukan dengan manik ruby milik Sera.
Mengerjapkan matanya Sera mendapati dirinya kembali ke gua tempatnya berada semula. Ia menoleh ke sekitar, api yang masih menyala, buah yang entah dari mana datangnya di gurun tandus ini tertata diatas alas daun lebar yang tidak Sera tau namanya, lalu air dalam wadah yang juga tidak ia tau terbuat dari apa. Kemudian daging panggang yang memiliki aroma sedap ditusuk pada kayu yang di tancapkan tak jauh dari api unggun, yang itu juga Sera tak tau daging apa.
Menolehkan pandangan nya kemudian ia mendapati seseorang yang tertidur dalam posisi duduk dengan tangan terlipat tepat beberapa langkah di sebelahnya.
"Aku tau kau bangun, temani aku makan"
Sosok itu mendengus pelan dan merenggangkan tubuhnya dengan malas, ia memutar tubuhnya menghadap Sera dan mengambil posisi bersila "Tak cukupkah aku jadi pahlawan mu saja, kenapa harus jadi pelayan juga? " Keluhnya dengan nada malas.
"Aku hanya minta ditemani" Tentang Sera.
"Ambil saja sesuka mu apa yang kau mau. Apa lagi? "
"Kita belum berkenalan"
"Aku tau namamu Sera"
"Aku tak tau namamu"
"Kau baru ingat menanyakan namaku setelah.... Oh, berapa lama kita sudah bertemu? " Tampaknya dia benar benar kesal karena gadis itu bahkan tak menunjukan ekspresi apapun, padahal ia mengharapkan ada raut bersalah atau kesal atau apapun yang akan muncul di wajah cantik itu.
"Jayden, itu namaku" Jayden akhirnya menyerah karena Sera yang berekspresi datar tanpa perubahan setiap saat.
"Itu saja? " Pertanyaannya lebih terdengar menuntut di telinga Jayden.
"Jayden Exander... "
"Ya?? "
"Jayden Exander... Arexis"
Akhirnya dia menyebutkannya. Nama itu, Sera sama sekali tak menduga akan mendengarnya..
Arexis....
,,,,,,,,,,,.....,,,,,,,,,,,,,,
??????, 20 ???????? 2020
(21:03 ???)
????????