Jayden Exander Arexis

763 Words
Di dunia ini, terdapat berbagai misteri yang bahkan tak di ketahui oleh penghuninya sendiri. Terlalu banyak rahasia sehingga orang orang lebih memilih mengabaikan ketimbang mencari tahu. Tapi terkadang terlalu banyak tahu akan misteri dan rahasia itu juga tak menyenangkan. Sama seperti mengetahui hari kematian sendiri. Apa yang bisa dilakukan saat mengetahui hari dimana kau mati tapi sama sekali tak memiliki kemampuan untuk merubahnya? Merubah takdir yang ada di depan mata. Ya, bagaimana merubah sesuatu yang sudah dipastikan tempatnya? Menentang takdir tapi pada kenyataannya tetap kembali pada akhir yang sama. Melihat betapa cerahnya hari ini, aku tersenyum. Semoga langit di sini akan cerah selalu, saat siang ada matahari begitu malam ada bintang dan bulan. Dengan begitu tak akan ditutupi kegelapan. "Cuacanya cerah ya"komentar Irgy sambil menengadah menghadap langit. "Hm" Aku mengedarkan pandangan pada tempat ini, hamparan hijau yang luas ditemani semilir angin. Nyanyian kehidupan yang indah dan menenangkan, aroma kebahagiaan yang pekat. Benar benar sebuah kedamaian. "Kiki, bagaimana menurutmu? " Gadis itu diam, Irgy juga ikut memandang padanya. Pandangannya lurus ke depan dengan mata tajam penuh ketegasan. Cukup lama lalu kulihat sudut bibirnya terangkat seiring nafas berat berhembus dari mulutnya. "Yah.. Apa boleh buat... " Tanpa sadar aku berdecak mendengarnya. Kami melangkah bersama menikmati waktu yang damai di desa kecil ini. Hingga terbawa arus dan berbaur dengan cepat bersama penduduk di sini. Tak terasa hari hari yang damai berlalu. Seperti ini lah kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan yang seharusnya kami jalani. Tapi nyatanya hidup I'Cord sudah menjadi musuh abadi dari kedamaian itu sendiri. Yang bisa ku lakukan hanyalah menjaga agar orang orang ini, yang hidup bahagia dengan kehidupan normal mereka, agar mereka tetap seperti ini. Dalam kebahagiaan dan kedamaian menjalani kehidupan normal sebagaimana mestinya. Di dunia ini, ada berbagai misteri, salah satunya yaitu rahasia kehidupan bumi. Bumi juga memiliki nyawa, yang disebut soul soil. Terdapat sembilan ratus sembilan puluh sembilan soul soil yang selama ini menjadi penunjang kehidupan di bumi. Dalam hal ini, kami(I'Cord), yang di pilih oleh Laory harus siap menerima perintah. Mengumpulkan sumber kehidupan itu satu demi satu lalu Laory yang akan membuat kedamaian itu datang. Kedamaian yang sesungguhnya yang berarti sebuah keabadian. Mencapai kesempurnaan dari penciptaan keseimbangan. Peraturan pertama:Laory untuk kedamaian. Kedamaian untuk manusia dan peradaban. ,,,,,,,,,,,,,,,, Mendengar tawa bahagia dan teriakan penuh kesenangan. Melihat kaki kaki mungil berlarian dengan wajah polos yang hanya tau dengan kesenangan. Mereka tak mengenal kesedihan dan tak seharusnya merasakannya. Begitulah dunia anak anak. Dunia anak anak ya.. Berdiri diantara mereka aku di paksa melihat kembali masa lalu. Seindah apakah dunia yang kini mereka selami sehingga wajah wajah itupun terlihat bersinar oleh kebahagiaan. Pasti sangat menakjubkan, mereka mendapatkan hidup ditangan mereka, bukan dalam genggaman lain. Peraturan kedua:hidup untuk Laory, dan mati untuk bumi. Angin berhembus pelan, samar samar membawa berita kematian. Aku merasakannya, mengikutinya dan di sana mereka. Dua orang bertopeng di puncak bukit, bagai serigala yang mengintai mangsa. Berebut buruan? Menggeser pandangan mata sedikit lebih tepat dan aku merasa mendapatkannya. Dalam jarak yang jauh, di balik topengnya dapat ku temukan manik merah menyala namun kosong. Tak ada apa apa dalam tatapannya, hanya ada ruang kosong saat berusaha memasuki hal itu. Ruang kosong yang luas dan tak terbatas, lalu kutemui sosok keindahan mengambang di udara, dalam belenggu rantai besi yang begitu kuat dan ia hanya pasrah menerima tanpa perlawanan untuk menjadi tahanan. "Jay! Apa benar kalian akan pergi? " Sebuah tangan mungil menggapai tanganku, aku menatapnya dan tersenyum samar. "Ya, setiap yang datang tentu akan pergi" Dan setiap kebahagiaan akan ada kesedihan Tanganku terulur mengusap kepala anak laki laki berusia 5 tahun itu. Ia tersenyum sesukanya, lagipula apa yang di ketahui anak seusia ini? Ya, tidak tau sama sekali. Beralih kembali, pada dua sosok itu yang ternyata sudah memulai langkah mereka. "Irgy, Kiki" Dua orang itu menoleh bersamaan "Siap" "Saatnya pergi" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Berbaur dengan penghuni kedamaian ternyata menyenangkan. Keramahan mereka penuh ketulusan tanpa kebohongan. Pasar tradisional ini selalu ramai dan juga merupakan pusat satu satunya di desa kecil ini. Aura kehidupan membuat orang orang senang berada di sekitar sini. Semakin dekat dan kami meninggalkan keramaian memasuki sebuah kedai makanan dan minuman. Aura hitam dari kedua I'Cord di sana yang kulihat beberapa waktu lalu sangat kental. Tapi aura kehidupan soul soil jauh lebih mendominasi. Aura bewarna hijau terang yang menebarkan wangi harum yang menenangkan serta nyanyian lirih dari sosok kehidupan. Setelah mendapat benda yang sudah kami sembunyikan di sini sejak beberapa hari lalu kami pun beranjak pergi. Berjalan semakin jauh, menuju ke arah bola api raksasa di langit barat sana, semakin dekat pada kesunyian meninggalkan berbagai tawa dan senyuman di belakang sana. Sudah saatnya tidur, mimpi indahlah. ,,,,,,, ????, 21 ??????? 2020 (23:00???) ????????
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD