Bab 30 Akhir Drama Keluarga

2309 Words

Suara detik jarum jam berkolaborasi apik dengan detak jantung Sadin dan Nadia, menimbulkan sensasi menengangkan luar biasa. Mereka tak percaya, jadi hanya beberapa menit saja mereka damai? Sungguh, Nadia tidak habis pikir dengan isi kepala Dimas. Kenapa semua yang keluar dari mulutnya selalu mengacaukan suasana. Nadia menyipit marah, bibirnya berdesis dengan mata menyipit penuh amarah. "Abang lebih menyeramkan dari setan." Aku mengungkapkan kenyataan." Dimas bersikap seolah tak punya hati nurani. Atau, mungkin saja ia memang sudah tidak punya hati? "Kalian sudah mendengar apa yang aku inginkan sebagai Kakak kalian, dalam hal ini Kakaknya Sadin. Dan sekarang, aku ingin mendengar apa keinginan Sadin sendiri." "Apa kita bisa seperti ini selamanya?" "Aku tidak akan melepaskan kamu, sekali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD