Bab 29 Matahari Terbit Lagi

2715 Words

Matahari melakukan tugasnya dengan semestinya. Memimpin angkasa dengan sinarnya yang sombong, sang surya mungkin merasa bangga karena tidak ada satupun sumber cahaya yang mampu menandinginya sebagai sumber kehidupan dunia Duta menepati janjinya, begitu bangun tidur, lelaki itu berjalan pelan dan memeluk Sadin dari belakang. Sadin tersenyum, lembut sekali. Perempuan itu lega, atau lebih tepatnya bersyukur, ternyata masih ada seseorang yang berdiri di belakangnya dan memberinya rasa nyaman sekaligus kehangatan. Cahaya dan hangat matahari juga membuat Sadin menyakini, bahwa kehidupan tetap berlanjut, sekalipun Mama sudah tiada. "Apa yang kamu pikirkan?" Duta berbisik pelan. "Aku sedang berusaha untuk tidak menyesal." Sadin menjeda, memberikan kesempatan bagi dirinya menghirup udara dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD