28 Matahari Tenggelam

2979 Words

Mama Duta menghela nafas panjang, dipunggutnya satu per satu sepasang sepatu cantik berwarna merah muda itu dari atas lantai, lalu meletakkannya kembali di dekat kaki Mika. Namun Mika langsung menendangnya menjauh. "Biarkan saja, Ma." Cegah Sadin ketika Mama Duta hendak memungutnya lagi. Perempuan yang masih tampak cantik diusianya itu menghela nafas, lalu duduk di samping sang cucu yang tengah menekuk wajah cemberut. "Mika, lihat bunda." Mika tak mengindahkannya, kepalanya masih ditolehkan menghindari Sadin, Sampai Sadin mengulanginya sekali lagi. "Mika..." Mika akhirnya menoleh, dengan bibir mencibik ke bawah. "Sekarang katakan sama Bunda, Kenapa kamu tidak mau sekolah?" "Mika nggak suka." "Kenapa nggak suka?" tanya Sadin berusaha sabar, namun tetap tegas. "Banyak teman yang ngejeki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD