WALK ALONE
“Tekesan sempurna di sudut orang pengamat namun begitu berantakan di ruang tertutup pemain”
Di tengah keramaian kota yang padat, dan kendaraan yang lalu lalang disetiap jalanan yang menemani wanita yang bernama Zee, yang memiliki paras yang begitu memikat dan memiliki tubuh yang tinggi semapai, tinggi 173 cm yang sangat membuat iri para wanita lainnya, memiliki kulit putih bersih namun pucat, rambut panjangnya yang hitam membuat kesan lebih sempurna.
Pukul 23.00 yang sudah larut malam Zee jalan pulang setelah bekerja di perusahaan property dengan posisi sebagai Office administration dengan perjalan kaki ke apartemennya yang hanya 15 menit, setelah hampir sampai di apartemen Zee tak lupa ke supermarket untuk medinginkan badan sejenak dan memebeli kebutuhannya,dan setelah sampai ke apartemennya langsung membaringkan badan yang letih dan sambil memaki–maki rekan kerjanya yang begitu manipulatif.
Begitu cepat mentari menerjang masuk ke sela–sela tirai yang menandakan sudah pagi, dan dengan wanita cantik yang masih berbaring pulas sambil mendengarkan musik kesukaannya, sudah pukul 09.12 dan alarm pun berbunyi dengan kencangnya yang membuat Zee kaget dan terbangun dengan muka cemberutnya.
Dan bergegas mandi lalu memakai pakaiannya dengan begitu rapi dan mempesona dengan tambahan aksesoris yang begitu indah di jemarinya, dan akan pergi ke tempat di pinggiran kota Ars–En–Re,tempatnya di perancis. Bersama rekan kerjanya yaitu Jezkan, laki laki tampan berperawakan tinggi putih, memiliki rahang yang tegas tinggi 191 cm, begitu banyak wanita yang terpikat dengan ke–tampanannya, namun tidak dengan Zee, wanita yang begitu dingin dan tertutup.
Dan Jezkan pun sudah di depan apartment Zee yang begitu tampannya dan cool sudah didepan pintu mobil dan zee pun tersenyum sinis sambil masuk kedalam mobil,
Dan mengumpat “begitu menjijikan mukanya“.Namun sangat berbeda dengan Jezkan yang sangat terpesona dengan kecantikan paras zee yang terbalut Dres berwarna hijau pekat dengan tambahan aksesoris berwarna silver menambah kesan anggunnya. Di perjalananpun begitu sangat kikut tak ada percakapan apa lagi gurauan riang, dengan suara yang sedikit gemetar Jezkan pun membuka obrolah
Jezkan-Apakah anda begitu sangat sulit berbicara?
Zee-Maksudmu apa?
Jezkan-Mengapa Anda selalu mengabaikan pesanku setiap aku menanyakan kabarmu!
Zee– Memangnya harus ku jawab pesan tidak pentingmu itu?
Jezkan-Mengapa Anda begitu arigan dan tidak berperasaan?
Zee-Sorry jika perkatanku menyinggungmu,kau tau bukan aku begitu sulit mengobrol santai dengan oranglain.
Jezkan- Bukankah kita sudah cukup lama mengenalnya apakah kamu menganggapku orang asing yang baru kenal?
Zee - Sudah cukup Jez, aku tak ingin berargument denganmu
"Tanpa Zee sadari jika sebenarnya Jezkan sudah menaruh perasaan yang begitu lama dengannya, perasaan yang membuatnya merasa sakit sendirian tanpa Zee tau, 3 Tahun berlalu Zee dan Jazken berteman perasaan yang membuat jazken kacau mencitai gadis dingin dan sangat tertutup dan dengan lirih Jazken bergumam
"kapan kau tau Zee aku sangat menginginkanmu", tanpa terdengar olehnya.
2Jam perjalanan akhirnya sampai di pinggiran kota Ars–En–Re, pemandangan begitu indah dan dingin membuat