Bianca sungguh berharap Albizar meninggalkannya seorang diri agar dia dapat menyelesaikan masalah ini dengan jernih. Akan tetapi laki-laki itu datang beberapa hari kemudian, merencanakan lamaran tak terduga bahkan mengundang orang tuanya langsung dari Belanda agar menyaksikan keseriusannya. Begitulah cinta mengalahkan logika. Bianca menerima lamaran Albizar meskipun tidak yakin jika keputusan ini merupakan hal yang tepat. Bianca sangsi Albizar akan melupakan niatnya untuk berpoligami. Entahlah, Bianca ingin sejenak larut dalam mimpi, merasakan Albizar hanya miliknya dan akan setia selamanya. Mungkin saja dengan hadirnya anak ke dunia, laki-laki itu akan berpikir ulang untuk melakukan poligami. Jika wanita lain resah menjelang pernikahan, demikian pula Bianca. Persiapan pernikahan dilakuk

