SUV hitam menjemput Farid di terminal kedatangan bandara Soekarno Hatta. Mila memesan melalui aplikasi taksi daring dengan tujuan ke rumah Albizar. Farid tidak tega membiarkan Bianca dan Lithania pulang sendirian malam-malam. Bianca tercenung menggendong Lithania dalam dekapannya. “Aku sudah buat janji sama Dokter Munawar. Tolong kamu temui beliau meskipun belum pasti apa penyakit Litha.” Suara Farid menarik Bianca kembali dari lamunan. “Aku jadi nggak enak ngerepotin kamu, Wid.” Bianca sempat khawatir sepanjang di pesawat tadi akan sendirian menghadapi semua kerepotan mengurus Lithania. Albizar yang sibuk itu mengirimkan chat menanyakan bagaimana kabar anaknya. Untuk apa berlagak peduli? Kalau memang benar-benar sayang, bukankah seharusnya membatalkan saja grand opening The Parama Kitc

