salah paham

2003 Words
Risma tentu saja tidak mau mendengarkan penjelasan dari farel sama sekali, karena apa yang dia liat itu adalah kebenaran. Lidya tampak bingung dengan situasi ini apalagi niat awalanya hanya untuk membantu pria asing itu namun kini justru dirinya yang terjebak dalam masalah. "maaf nyonya sepertinya anda salah paham" seru Lidya Risma segera menoleh ke arah lidya tentunya dia sudah mengenal bagaimana perangai anaknya jadi mau menjelaskan seperti apapun juga baginya tidak akan merubah keputusannya untuk menikahkan keduanya. karena dia tidak ingin nama besarnya tercoreng lelah kelakuan dari farel. "kamu tidak perlu menjelaskan apapun karena saya sudah memutuskan agar kalian segera menikah" ucap Risma keduanya begitu kaget bagaimana mereka berdua akan menikah sedangkan mereka tidak saling mengenal apalagi Lidya sendiri sudah memiliki kekasih tentu saja dia tidak mungkin menerima pernikahan ini. farel langsung menatap tajam ke arah lidya, sungguh dia tidak habis pikir mengapa wanita yang ada di hadapannya itu membuatnya dalam masalah besar seperti ini. "pokoknya farel tidak mau" kekeh farel. "terserah kamu, ini semua sudah menjadi keputusan mami" tegas Risma. "mi, dengarkan farel dulu" "iya nyonya, apa yang nyonya liat semuanya salah paham" "kalian mau mengelak seperti apapun juga, keputusan mami sudah bulat" Risma yang tidak mau mendengar apapun lagi dari keduanya memutuskan untuk segera pergi dari sana, tetapi sebelum melangkah pergi dia kembali membalikan badannya melihat ke arah keduanya. "mami tunggu kalian sore ini di rumah" ucap Risma setelah mengatakan itu tanpa menunggu penjelasan Keduanya dia langsung melangkah pergi dari sana. kini hanya tinggal farel dan juga lidya di ruangan itu, tentu saja farel masih tidak terima dengan permintaan maminya apalagi dia dan juga gadis yang kini berdiri tidak jauh darinya baru pertama kali bertemu. begitu halnya juga dengan Lidya bagaimana mungkin dia menikah dengan pria yang baru beberapa saat dia kenal. "sekarang kamu puas?" ucap farel memecah keheningan di antara mereka. "maksud tuan apa?" tanya Lidya yang memang tidak mengerti apa yang di maksud oleh farel "jangan pura-pura polos, apa ini cara wanita seperti kamu menjebak pria kaya agar menikah dengan kamu" tuduh farel dengan tatapan penuh emosi kepada Lidya. "cukup tuan! apa anda pikir saya mau menerima pernikahan ini, tentu saja tidak! jadi tuan jangan takut karena saya tidak akan pernah Sudi menikah dengan tuan" tegas lidya. farel yang mendengar hal itu tentu saja tidak menyangka bahwa akan mendapatkan jawaban seperti itu akan tetapi dirinya merasa lega dengan begitu dia tidak perlu lagi cemas dengan permintaan mamanya. Lidya yang sudah terlanjur kesal akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana, dengan perasaan sedikit kesal, karena dia tidak menyangka bahwa pria yang di tolongnya justru sekarang menuduh dirinya. dia pun segera melangkah menuju ke kamar untuk mengganti baju serta tasnya. "dasar pria tidak tau terima kasih" gerutu Lidya yang menyesal karena telah menyelamatkan pria yang justru sekarang membawanya ke dalam masalah di luar farel langsung mendudukan dirinya sambil termenung tentu saja dirinya tidak pernah membayangkan akan menghadapi situasi seperti ini, sekarang dia begitu kesal karena seharusnya yang membawanya pulang bukan gadis itu melainkan asistennya namun bodohnya asistennya itu tidak ikut bersama dengan dirinya hingga akhirnya membuat dia dalam masalah seperti sekarang Lidya yang sudah mengunakan pakaian miliknya lagi keluar kamar namun pandangannya langsung tertuju kepada pria yang membelakangi dirinya. karena rasa kesalnya hingga membuat dia tidak berniat untuk berpamitan tanpa menoleh lagi dia pun segera melangkah menuju ke arah pintu, farel yang tentu saja mendengar langkah kaki itu buru-buru menoleh. "jadi setelah membuat masalah Lo mau pergi begitu saja?" ucap farel sambil menatap tajam ke arah lidya yang hendak membuka pintu. Lidya yang mendengar hal itu langsung menghentikan langkahnya dan segera membalik badan tentunya dia tidak terima atas perkataan farel karena menurutnya justru pria itu yang membawanya ke dalam masalah seperti sekarang. "maaf! tadi anda berkata apa?" tanya Lidya sambil menatap tidak percaya karena sekarang justru dirinya yang di salahkan. "apa kamu tuli? atau kamu pura-pura tidak mengerti?" jawab farel yang semakin memicingkan pandangannya kepada Lidya. melihat farel yang menatapnya seperti itu tentu saja tidak sedikit pun membuat Lidya takut karena dia sekarang merasa terjebak dalam masalah ini, farel yang merasa jika Lidya sengaja menjebaknya segera beranjak dari duduknya. "sepertinya ada yang sudah salah paham, justru disini saya yang telah dirugikan bahkan saya merasa terjebak karena menolong anda justru membuat saya terkena masalah seperti ini" "kamu menyalahkan saya?" tanya farel sambil menunjuk ke pada dirinya sendiri. "kalau saya tidak menyalahkan anda, lalu saya harus menyalahkan siapa?" mendengar jawaban itu tentu saja membuat amarah farel memuncak apalagi sekarang dia tidak tahu bagaimana menyakinkan maminya bahwa di antara mereka berdua tidak terjadi apapun, karena maminya sudah terlanjur salah paham kepada mereka. berbeda dengan Lidya yang merasa bahwa semua masalah yang menimpanya tidak lain karena dia sudah membantu farel. Lidya yang merasa bahwa semua ini adalah kesalahan farel bersikeras tidak terima saat pria itu terus menyalahkannya begitu juga dengan farel yang merasa jika semua yang terjadi karena Lidya terus pada pendiriannya dan menyalahkan Lidya. awalnya farel yang masih bisa mengontrol emosinya sudah tidak bisa lagi karena Lidya terus saja memojokkan dirinya dan terus menyalahkannya dengan penuh amarah dia berjalan ke arah lidya yang sejak tadi berdiri di dekat pintu. "gue tau wanita macam apa Lo ini!" ejek farel sambil menatap penuh kemarahan kepada Lidya. " maksud anda apa? jaga bicara anda tuan" pinta Lidya yang tidak terima karena farel merendahkan dirinya. Mendengar hal itu Farel justru tersenyum mengejek karena dia berpikir bahwa wanita yang kini ada di hadapannya tidak lebih dari wanita yang selama ini banyak dia temui, Bahkan dia berpikir bahwa wanita itu sengaja menjebak dirinya dengan berpura-pura menolongnya tentu saja hal ini tidak dapat diterima karena dia merasa sekarang dia terjebak dalam masalah besar . apalagi di teringat dengan ucapan maminya yang meminta agar dia menikahi wanita yang Bahkan tidak dia kenal sama sekali, berbeda dengan Lidya yang merasa tidak terima karena pria yang dia tolong justru kini merendahkan dirinya walau bagaimanapun dia bukan wanita yang seperti dituduhkan. "tidak usah berpura-pura di hadapan gue,sekarang katakan berapa yang lu minta agar lu bisa pergi Sejauh Mungkin dari hidup gue dan jangan pernah berharap kalau gue akan menikahi wanita seperti lo" ucap Farel yang berpikir bahwa Lidya hanya mengejar Uangnya saja. "cukup tuan sejak tadi saya hanya mendengarkan omong kosong saja yang keluar dari mulut tuan, memang saya hanya wanita biasa tetapi maaf harga sendiri Saya tidak bisa anda beli berapapun itu dan anda ingat saya pun tidak Sudi untuk bertemu apalagi melihat wajah Anda jadi sekali lagi jangan pernah anda tunjukkan wajah anda dihadapan saya" jawab dia yang begitu sangat murka karena Farel justru merendahkan harga dirinya. tanpa menunggu lama lagi aku pun segera berlalu pergi begitu saja dari saya tentu saja dia tidak terima dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut Farel sedangkan Farel masih terpaku di tempatnya sungguh dia tidak menyangka bahwa wanita yang beberapa saat lalu berada di hadapannya Sudah berani menghina dirinya. *** beberapa hari pun berlalu di dia kini sudah memulai aktivitasnya seperti biasa Bahkan dia sudah tidak mengingat lagi kejadian di mana Dirinya harus berurusan dengan orang kaya yang hanya memandang dan menilai seseorang dari kastanya saja. seperti biasa pagi hari ini pun dia selalu menunggu jemputan dari sang pujaan hati namun tidak seperti biasanya setelah menunggu beberapa lama Namun kekasihnya pun tidak kunjung datang hingga membuat Lidya mencoba untuk menghubunginya lagi. "Kamu ke mana sih?" gumam Lidya yang kembali harus beneran kekecewaan karena Indra tidak mengangkat telepon darinya. tentu saja Lidya merasa heran karena tidak biasanya Indra bersikap seperti itu namun dia harus menyimpan rasa kesalnya karena melihat jam yang melingkari Tangannya sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi Tentu saja dia harus bergegas untuk segera berangkat karena dia tidak ingin sampai telat masuk kerja. karena saking terburu-burunya hingga Lidya tidak sengaja menabrak seorang ibu-ibu hingga wanita paruh baya itu tersungkur jatuh ke tanah tentu saja melihat hal itu dia bergegas membantunya. "Maaf Bu apa Ibu tidak apa-apa?" ucap Lidya sambil membantu ibu itu untuk berdiri "Iya nggak papa nak lagian tadi ibu kurang hati-hati aja" jawab wanita paruh baya itu. tentu saja Lidya semakin merasa bersalah karena dia sadar bahwa tadi itu adalah kesalahan Dari Dirinya hingga membuat wanita paruh baya itu jatuh tersungkur. "itu tadi salah aku Bu maaf karena aku sedang terburu-buru jadi aku tadi tidak melihat kalau ibu sedang menyeberang jalan" sahut Lidya yang kembali meminta maaf karena dia sadar bahwa dirinya lah yang bersalah. "justru harusnya ibu yang minta maaf karena Ibu baju kamu jadi kotor" seru wanita paruh baya itu yang menyadari jika belanjaannya telah membuat baju dari Lidya itu terkena tumpahan salah satu makanan yang dia bawa. Lidya yang sejak tadi tidak menyadari hal itu segera melihat ke arah bajunya Tentu saja dia langsung terperanjak kaget karena dia baru sadar kalau Bajunya sudah terkena noda namun ini bukan Saatnya untuk dia memikirkan tentang hal itu karena dia harus segera berangkat kerja kalau tidak tentu saja dia akan berurusan dengan atasannya yang terkena sangat galak. "dia tidak apa-apa Bu lagi ini hanya kotor sedikit, ya udah kalau begitu saya permisi dulu ya Bu maaf soalnya saya buru-buru harus berangkat kerja"Lidya yang segera berpamitan kepada wanita itu karena dia harus bergegas untuk segera berangkat kerja. "Iya nak hati-hati sekali lagi Ibu minta maaf" jawab wanita paruh baya itu yang kembali meminta maaf karena telah membuat baju wanita muda itu terkena noda. dia pun hanya menganggukkan kepalanya Tentu saja dia tidak mempermasalahkan hal itu karena sekarang yang ada dalam benaknya adalah bagaimana dia bisa sampai tempat kerja hingga tidak membuatnya berurusan dengan Atasannya itu. wanita paruh baya itu terus menatap kepergian gadis yang beberapa saat lalu tidak sengaja menabrak dirinya Tentu saja dia kembali teringat dengan putrinya yang telah tiada,saja Putrinya masih ada mungkin sudah seumuran gadis yang barusan saja bertemu dengannya. "mungkin kalau kamu masih ada kamu sudah sebesar itu nak" batin wanita paruh baya itu yang langsung menatap nanar karena kembali teringat dengan Putrinya yang sudah tiada. *** "Mami tidak mau tahu tapi kamu harus tetap menikahi wanita itu" ucap prisma dengan nada yang begitu tinggi hingga membuat bergema di seluruh ruangan. "Mami apaan sih!aku sudah Jelaskan berapa kali kepada Mami bahwa aku tidak mengenal wanita itu dan apa yang mami Lihat di apartemen itu tidak seperti yang ada di pikiran mami"Jawab Farel yang kembali meyakinkan maminya bahwa apa yang dilihat itu tidak sepenuhnya benar. "jadi kamu Pikir Mami itu bodoh! Mami melihat dengan mata kepala Mami Bagaimana gadis itu memakai baju kamu Bahkan dia tidak memakai apapun di kamar kamu lalu kamu masih menyangkal tentang hal itu". tegas Risma yang kembali yakin dengan apa yang ada di dalam pikirannya. Farel memijat pelipisnya tentu saja dia bingung Bagaimana menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada maminya karena sudah seringkali dia menjelaskan semua itu tetapi maminya bersikeras untuk menikahkan dia dengan wanita yang Bahkan sama sekali Dia tidak kenal. Risma yang masih Kekeh dengan pendiriannya Tentu saja dia tidak akan peduli bahkan tidak akan mau mendengar apapun yang dikatakan oleh Farel karena Semenjak dia bertemu dengan gadis itu Dia merasa bahwa gadis itulah yang cocok untuk menjadi menantunya dan dia yakin bahwa wanita itu mampu mengubah kebiasaan buruk anaknya yang sering bergonta-ganti pasangan. "terserah mami aja tapi aku harus tegaskan untuk terakhirnya kalau aku tidak akan menikah dengan wanita yang sama sekali tidak aku cintai bahkan tidak aku kenal" ucap Farel yang kembali menolak permintaan dari maminya Tentu saja dia tidak habis pikir Mengapa maminya masih bersikeras meminta dia menikahi wanita yang Bahkan dia tidak kenal. "Baiklah kalau begitu! kamu tidak perlu menikahi wanita itu tapi semua fasilitas yang mami dan Papi berikan selama ini akan tarik" ancam Risma sambil memasang raut wajah tegas. Farel langsung membulatkan mata Tentu saja dia tidak mengira bahwa kali ini maminya sedang tidak bermain-main namun Tentu saja dia merasa penasaran Apa yang membuat maminya hingga bisa mentega sampai akan menarik semua fasilitas yang dia berikan selama ini hanya demi wanita yang Bahkan baru satu kali maminya temui itu. "mami Kenapa keterlaluan seperti ini sih! aku tuh tidak habis pikir Kenapa Mami memaksa aku menikah dengan wanita yang Bahkan tidak aku kenal?" tanya Farel dengan raut wajah penuh rasa penasaran.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD