Pagi ini aku membuka kedua mataku. Mataku melebar mendapati diriku tanpa sehelai benang pun. Aku melirik ke arah Adit. Ada selimut di atas tubuhnya. Aku menarik selimutnya dan menutupi tubuhku. Semalam apa yang terjadi? Aku memeluk tubuhku yang ditutupi selimut. Aku memejamkan mata melihat Adit yang begitu lelapnya. Aku segera mengambil pakaianku yang berceceran termasuk pakaian dalamku yang ada di lantai. Bagaimana ini bisa ada di lantai sih? Apa Adit melemparnya. Aku bergegas ke kamar mandi. Semalam adalah kebersamaan dengan Adit yang tak akan pernah aku lupakan. Ya ampun, aku bersama Adit. Bagaimana bisa? Aku menyalakan shower dan membiarkan air membasahi ujung rambutku dan seluruh tubuhku. “Bisa nggak diem, Nik. Mari kita memulainya.” Aku mengenyahkan pikiranku setel

