Author Pov Malam ini Adit singgah di apartemen Alena. Dia menyesap wine yang diberikan Alena. Dalam kebimbangannya dia memikirkan mamahnya, Arunika dan Alena sendiri. sebenarnya, Adit terlalu lelah menjalin hubungan dengan Alena yang kekanak-kanakkan. Apa pun yang diminta harus dituruti. Belum lagi wanita ini akhir-akhir ini meminta untuk menikahinya. “Kenapa, Sayang?” Alena membelai sebelah pipi Adit. “Nggak papa.” “Aku ingin menghabiskan malam ini sama kamu. Kamu tidur di sini ya.” Adit menatap kekasihnya lekat. Bagaimana dia bisa memulai percakapan serius. Apakah dia harus jujur pada Alena tentang status dirinya dan Arunika. “Hei, Dit?” Menyadari jawaban Adit yang seakan menyembunyikan sesuatu Alena menatap Adit curiga. “Ada apa?” “Aku...”

