author pov Sepanjang jalan, reyhan dan serly bertanya ke orang-orang, mereka memperlihatkan foto cici dan juga bik darmi, namun satu orang pun tidak ada yang mengenal, bahkan menemui. Reyhan dan serly mulai Lelah. Rasanya pencarian yang mereka lakukan hanya sia-sia. “sayang, kemana lagi nya kita mencari mereka, ?” tanya serly pada reyhan sambil mengerutkan keningnya. “aku juga bingung sayang, “ jawabnya lemas. “sayang, alex perlu tau kejadian ini, bagaimana pun alex adalah ayah cici, dia berhak tau keadaan cici” jelas serly memberi saran pada suaminya itu “harus ya?” tanya reyhan sambil mengerutkan keningnya, kemudian memandang serly curiga “sayang, fikirannya jangan kemana-mana dulu, aku Cuma punya niat baik aja kok, gak lebih, gak lihat ni, yang di dalam perut aku, masa’ aku niat

