AUTHOR POV Mimpi yang sama terus terulang, serly semakin khawatir akan mimpi-mimpi buruk yang terus menghantui tidurnya. Setiap malam serly memimpikan aka nada seorang wanita yang akan datang berbuat buruk padanya dan kandungannya. Serly tak henti-hentinya berdoa, di setiap sujudnya selalu di panjatkan meminta perlindungan dari Allah SWT. Pagi itu, serly diantar reyhan pergi bekerja. Dengan kondisi kehamilan yang semakin membesar, namun serly tetap konsisten dengan pekerjaannya. Serly tetap melayani dan membantu setiap pasiennya. Hari ini reyhan memerintahkan supirnya untuk menjemput serly ke rumah sakit, karena reyhan ada meeting mendadak yang tidak bisa di tinggal. Terpaksa serly harus pulang sendiri di jemput oleh supir. “maaf nyonya, kita pulang langsung?” tanya supir pada serly

