EPISODE 28

1044 Words
Sandra pov Dari tadi sandra termenung di teras kamarnya, sambil membuka-buka album keluarga serly. Sandra mengusap foto kedua orangtua serly, sambil menitikkan air mata “mbak, mas, maafkan aku. Aku gak bisa melindungi anak kalian. Ini salah ku, aku tidak bisa menjaga serly mbak, mas” sandra menangis , air matanya tumpah membasahi album foto itu “andai mbak dan mas, masih ada disini, kita pasti sama-sama bisa menjaga dan merawat serly”  sandra menangis sejadi-jadinya Sandra sangat sedih sekali, dia menyalahkan dirinya sendiri. *********** Sudah 2 hari sandra menginap di rumah reyhan semenjak serly meghilang . ibu maysa juga merasa kasihan melihat kondisinya sandra. Bu maysa berusaha menguatkan hatinya, memberikan semangat pada sandra, karena sejak 2 hari ini dia belum mau makan. “san, makan dulu “ ajak bu maysa “tidak buk, saya tidak bisa makan, kalau serly belum di temukan “tangisnya sekali lagi pecah “sand, jangan begitu , kalau kamu tidak makan, nanti kamu sakit, serly pasti sedih bila melihat kamu sakit” buk maysa berusaha menenangkan sandra Tangisan sandra sudah tak terbendung “buk, kasian serly , pasti dia kedinginan , kasian buk” sandra semakin histeris , membuat buk maysa kewalahan. “sand, sadar ,san….”buk maysa memeluk sandra yang sudah dari tadi menangis sejadi-jadinya “sadar sayang, serly pasti baik-baik saja, lebih baik kita berdoa untuk keselamatannya, mari kita sholat “ ajak buk maysa Sandra mengangguk “ ia , buk, ibuk benar” Sandra dan buk maysa pun pergi mengambil air wudhu dan langsung mengerjakan sholat Bersama . Selesai sholat, sandra dan buk maysa berdoa, agar serly segera dapat di temukan dalam keadaan baik-baik saja. *********** Author pov Dara sudah dua jam duduk di  ruang kerjanya sambil memandang foto serly. Dirinya sangat sedih dan terpukul sekali. Dia terus mengingat kejadian yang menimpanya dengan serly. Perasaan bersalah terus menghantui dara. Air mata dara tiba-tiba tumpah, dirinya tak sanggup membendung lagi kesedihan yang begitu menyiksa dirinya. “ser, maafin aku , ini semua kesalahanku, “ serly menangis di ruang kerjanya Tiba-tiba tangis dara terhenti, ketika suara handphone nya berdering. Panggilan itu berasal dari tante sandra “hallo tante” ucapnya dengan suara serak sehabis menangis “kamu kenapa dar?” “aku gak kenapa-kenapa kok tan, Cuma lagi flu aja kok “ ucapnya menyangkal kenyataan bahwa sekarang dirinya sangat sedih atas kejadian yang sudah menimpa serly “oya ada apa tante, ada yang perlu dara bantu?” tanya nya pada sandra “gak, tante. Cuma mau tanya, apa kamu sudah dapat kabar tentang serly?” tanya sandra sambil menangis “tante, jangan nangis ya. Mungkin saat ini kita belum dapat kabar apa-apa mengenai serly, tapi aku percaya tante, kalau serly baik-baik saja. Allah pasti menyelamatkan dia” jelasnya sambil menahan isak tangisnya. “ia sayang, tante percaya itu, kalau kamu dapat kabar tentang serly, tolong cepat kabari tante ya dar” tambah sandra “pasti tante, ya udah tante jaga kesehatannya ya” “ia dar, makasi” sandra menutup telponnya Dara semakin sedih mendengar mendengar ucapan sandra. Rasa bersalahnya semakin menjadi-jadi. Air matanya tumpah disana. Menangisi penyesalannya karena tidak bisa menyelamatkan serly saat terjadi penculikan itu. “ya tuhan , apa yang harus aku lakukan, aku harus dapat menemukan serly” gumam dara dalam hati ************** Reyhan sudah sampai di rumah, dia bertemu dengan sandra dan juga mamanya di ruang tamu “rey, bagaimana perkembangan pencarian serly, apakah ada kemajuan?” tanya buk maysa pada reyhan “ma, maaf , belum ada kabar saat ini. Tapi aku sudah berusaha sekuat tenaga aku untuk menemukan nya ma, tante , aku janji”reyhan berjanji di hadapan mamanya dan juga sandra. “ia , nak “ sahut ibu maysa “ma, tante ada sesuatu yang harus kalian juga tahu” “apa sayang?” tanya buk maysa “bik darmi dan juga cici diculik ma, tante” jelasnya “apa?” ucap  sandra dan buk maysa bersamaan. Mereka kaget bukan kepalang. “ia ma, tante, dan yang buat aku tambah curiga, orang yang menculik mereka ternyata adalah orang yang sama dengan yang menculik serly” tambah nya lagi Pernyataan reyhan membuat keduanya semakin panik. Sandra semakin shock . tubuhnya ambruk ke sofa dan menangis di sana. Buk maysa juga tidak mampu membendung lagi kesedihannya, air matanya tumpah .  dirinya sudah tak sanggup mengendalikan perasaannya yang saat ini benar-benar panik, bersedih karena cemas memikirkan menantu nya dan juga bik darmi beserta cucunya. “rey, apakah kamu sudah dapat titik terang atas kejadian ini?” tanya sandra sambil menangis “begini tante, awalnya aku menaruh curiga pada Alex. Karena menurut ku dirinya memiliki dendam padaku dan juga bik darmi. Mungkin karena beberapa faktor . salah satunya aku yang menjebloskan dia ke dalam penjara karena kasus malpraktik” jelasnya “apa?” sandra dan mamanya terkejut mendengar pengakuan reyhan “ia ma, tante, aku mendapatkan bukti-bukti dari beberapa korban alex, dan aku Cuma berusaha membantu korban alex aja, gak lebih kok” tambahnya “jadi, kamu yang menyebarkan berita itu ke media sosial, sehingga alex di tahan?” tanya sandra “ia tante, aku melakukannya demi keadilan buat para korban, bukan karena hal lain” jelasnya “lalu?” “ia, aku merasa dirinya menaruh dendam pada ku, di tambah lagi saat aku menggagalkan rencana dia , waktu dirinya ingin mengambil cici secara paksa, dan berniat ingin menjualnya” tambah reyhan lagi Sandra semakin panik” lalu bagaimana dengan alex, mana mungkin dia melakukannya sediri, diakan lagi di dalam penjara” jelas sandra “ia tante, awalnya aku yakin sekali dia pelakunya, sampai aku menghampirinya ke tahanan, namun setelah mendengar mengakuan dan penuturannnya, seperti nya dia tidak tahu apa-apa masalah ini, tapi dia memperingatkan aku, untuk mencurigai diandra” tambahnya “diandra” sahut sandra dan buk maysa bersamaan “ia tante, ma. aku juga gak tahu maksud perkataan alex, tapi yang jelas, aku sudah menyuruh beberapa orang kepercayaanku untuk menyelidiki diandra” jelasnya membuat sandra dan buk maysa sedikit tenang “rey, bolehkah tante meminta sesuatu padamu?” tanya sandra “apa tan?” “tolong bawa tante, bertemu alex, please, sekali ini aja rey” sandra memohon “baik lah tante, mari kita pergi” rey dan sandra pun pergi ke tempat alex di tahan . ****************
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD