EPISODE 27

970 Words
Author pov Reyhan sudah hampir 3 jam berkeliling mencari keberadaan serly, dia menelurusi seluruh jalan. Setiap ada orang yang melintas, dia bertanya dan memperlihatkan foto serly dan sketsa wajah pelaku penculikan, namun semua orang tidak ada yang melihat dan mengenal. Reyhan semakin stress, karena usahanya sia-sia, tidak membuahkan hasil sama sekali. Pihak berwajib juga belum memiliki kabar apapun. Mereka masih berusaha mencari dan menyelidiki. Reyhan kembali ke rumah dengan wajah kusut, di dapatinya mamanya dan sandra sudah menunggunya di ruang tamu dengan wajah penuh kecemasan. “rey, bagaimana apa sudah ada kabar? Tanya sandra Reyhan menggeleng lemas, di jatuhkannya tubuhnya ke atas sofa, kedua tangannya di letakkannya di wajah. Reyhan menangis “maaf ma, tante, rey belum berhasil menemukan serly” reyhan menagis sejadi-jadinya Sandra dan buk maysa juga merasa sangat sedih dan penuh kekhawatiran. Mereka tidak tau lagi harus mencari serly kemana, mereka hampir berputus asa. Tiba-tiba reyhan teringat sesuatu, “bik darmi, cici” ucapnya tiba-tiba “kenapa dengan mereka rey? Tanya mamanya “ma, tante tunggu dirumah ya, aku akan segera kembali, nanti aku cerita” reyhan kembali pergi meninggalkan rumah, dan bergegas pergi ke rumah bik darmi dan juga cici. Sesampainya di sana, reyhan mencari-cari bik darmi di depan supermarket, tempat dia berjualan. Namun sayang bik darmi tidak ada di sana. Reyhan memutuskan untuk berjalan menuju rumahnya. Di parkirkan nya mobilnya di depan supermarket itu. “assalamualaikum,….bik” teriak reyhan memberi salam “bik darmi, cici” reyhan berteriak-teriak namun bik darmi maupun cici tidak kunjung keluar rumah “apa mereka pergi ya” gumam reyhan dalam hati Reyhan pun memutuskan meninggalkan rumah itu, dan kembali menuju ke mobilnya yang sedang di parkirkan di depan supermarket. Tiba-tiba seorang pedagang asongan menegur reyhan. “mas, maaf kalau boleh tau, mas, yang dulu menolong cucu bik darmi saat asmanya kambuh di sini kan?” tanya pedagang itu” “oh ia mas, kenapa ya mas?” tanya reyhan  “gini mas, tadi saat bik darmi dan cucunya lagi jualan, ada dua orang laki-laki menjemput mereka, dan bilang ke mereka , kalau saya tidak salah dengar , mereka bilang kalau tuan reyhan kecelakaan dan masuk rumah sakit, dan tuan reyhan meminta agar bik darmi dan cucunya untuk ikut mereka , soalnya tuan reyhan ingin bertemu mereka” jelas pedagang itu Reyhan terkejut bukan main “apa?” “ia mas, makanya mereka tidak ada di sini, mereka ke rumah sakit mas” tambah nya “ya tuhan, mas, mereka itu di culik, saya reyhan, saya baik-baik saja mas, bolehkah saya minta bantuan mas, soalnya mereka dalam bahaya itu mas” pinta reyhan “bantu apa mas” “menceritakan kronologinya pada polisi” tambah reyhan “boleh mas” “ya ayo!” reyhan mengajak pedagang itu ke kantor polisi. Dan menceritakan kronologi kejadian yang telah menimpa bik darmi dan cici. Sesampainya di kantor polisi, Pedagang itu menceritakan kronologinya, dan menjelaskan ciri-ciri penculik itu. Setelah sketsa selesai, ternyata sketsa wajah itu sama persis dengan sketsa wajah dengan orang yang telah menculik serly. Reyhan terkejut, dia tidak menyangka orang yang sama telah menculik serly dan juga bik darmi beserta cucunya. Tiba-tiba reyhan teringat sesuatu, dia mengingat alex. Orang yang juga dulu pernah berusaha menculik cici. Dengan penuh amarah reyhan pun menemui alex di penjara. ******** Reyhan sudah 5 menit menunggu alex di ruang besuk, dengan wajah lusuh, alex menghampiri reyhan ke meja. “mau ngapain kamu ke sini, belum puas kamu membuat aku mendekam ke penjara ini” ucap alex sinis, penuh kebencian pada reyhan “kamu yang belum puas, apa yang sudah kamu lakukan pada cici dan bik darmi, serta serly, aku tahu kamu sakit hati padaku, kenapa kamu menyuruh orang untuk menculik mereka” reyhan langsung menembakkan kata-kata itu. Tuduhan itu sangat menyudutkan alex . “maksud kamu apa, aku tidak melakukan itu” jelasnya membela diri “jangan bohong, kamu dulu pernah mau menculik cici, dan ingin menjualnya kan, aku sendiri yang menjadi saksinya, dan sekarng cici dan bik darmi di culik, dan orang yang menculik mereka sama dengan orang yang telah menculik serly, kamu jangan berbohong” kemarahan reyhan semakin memuncak, dia menarik kerah baju alex, sehingga tubuh alex bangun dari duduknya “aku tidak melakukan itu, lepaskan” alex berusaha melepaskan genggaman alex pada krah bajunya “kalau bukan kamu , siapa lagi, kau yang menaruh dendam pada ku , dan juga cici” “sumpah, demi tuhan, aku tidak melakukannya, tapi kau perlu mencurigai diandra” jelas alex “maksud kamu apa?” reyhan begitu penasaran “aku hanya menyuruhmu untuk mencurigai dia, maaf aku harus masuk”alex beranjak dari duduknya dan kembali masuk ke dalam sel tahanan meninggalkan reyhan. Reyhan semakin penasaran. Dirinya semakin pusing, memikirkan semua masalah yang telah terjadi beberapa hari ini. Kesedihannya semakin menjadi-jadi ketika dirinya ingat akan serly yang belum juga dia temukan. Reyhan bergegas pergi menuju kantornya. Disana dia sudah ditunggu oleh orang -orang kepercayaannya dan juga pengacara nya. “maaf pak, saat ini polisi masih berusaha menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti” jelas pengacara itu “saya sudah kehabisan rasa sabar, saya akan bertindak sesuai dengan kemampuan saya sendiri” jelas reyhan “saya akan menyuruh orang-orang saya untuk memata-matai seseorang , karena berdasarkan pengakuan dari alex, saya perlu mencurigai diandra, istri alex, yang juga merupakan mantan saya” tambahnya “baik pak” sahut pengacara itu “ya, kalau begitu kalian saya perintahkan untuk memata-matai wanita yang ada di foto ini” reyhan melutarkan beberapa foto diandra di atas mejanya “cari tau dia kemana saja, sama siapa saja, kalau ada yang mencurigakan tolong kabari saya” jelas reyhan kepada beberapa orang kepercayaannya “siap pak, akan kami laksanakan” sahut orang-orang kepercayaan reyhan itu, kemudian mereka pergi Reyhan berharap rencana nya kali ini dapat membuahkan hasil. Dirinya sudah tidak sabar untuk menemukan istrinya.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD