author pov Dua minggu sudah pristiwa itu berlalu, kini reyhan dan serly sedang menunggu kelahiran sang buah hati. Setiap malam serly berdoa , agar di beri kesehatan kepadanya dan juga bayinya. Selesai sholat isya reyhan mengelus-elus perut istrinya itu “sayang dia gerak-gerak ya, tu, tu lihat” ujar serly “ia sayang” reyhan bahagia sekali melihat anaknya sangat aktif. “sayang besok pemeriksaan kita terakhir ke dokter kandungan, kalau janinnya sehat, dan akunya sehat, aku bisa melahirkan secara normal, tapi kalau ada yang kurang bagus, aku harus SC” ucap serly pada suaminya “ia sayang, aku akan temani dirimu, mau normal atau pun SC, yang penting kalian berdua sama-sama sehat dan selamat” jelas reyhan sambil mencium kening istrinya itu ‘amin, “ Reyhan memeluk istrinya itu dalam pelukan

