Plak! Sonya menampar Amam tepat keduanya berada di taman rumah sakit. "Lo jadi cowok brengs*ek banget sumpah. Lo tu punya adek cewek, kalau adek lo yang digituin cowok lain gimana perasaan lo, Bang." "Iya gue salah. Tapi apa nggak ada lagi cara gue benerin semuanya?" Sonya berkacak pinggang. Dia kasihan dengan nasib Amam sekarang tetapi entah mengapa melihat wajah lelaki yang merusak masa depan perempuan, membuat emosi Sonya mendidih. "Yang lo pikirin sekarang apa?" Aman menggeleng pelan. "Gue cuma bisa mikir satu hal dan itu nggak cukup meyakinkan buat gue." "Apa? Nikahin Kak Seira?" tanya Sonya agak nyolot. Amam mengangguk patah-patah. Dia siap bertanggung jawab atas perbuatannya. Sonya duduk di kursi taman, mencari sumber oksigen sebanyak mungkin. "Emang cuma itu satu-satunya

