Berkali-kali mencoba usaha mereka tetap gagal. Ketahuan Citra akibatnya dia marah. Tiba-tiba di teguk terakhir dari kaleng soda berhasil membuatnya cegukan. Kalisa dan Nuri terperangah. Mereka saling berpegangan. "Kenapa denganku?" kata Citra sedikit melantur. Dia cegukan lagi. Lagi dan lagi bahkan lebih keras. Matanya mengernyit menyesuaikan cahaya sekitar yang terlalu banyak baginya. Nuri dan Kalisa saling pandang. "Gawat-gawat, udah melampaui batas." Kalisa menggeleng. "Kapasitasnya penuh. Udah habis berapa itu?" Nuri menghitung kaleng soda yang sudah kosong di meja. "Ha! Dua puluh? Astaga, jangan bilang dia..." "Dia mabuk?!" Kalisa memekik memotong ucapan Nuri. Nuri melebarkan matanya lalu mengangguk kuat. "Mabuk!" Mereka kompak menatap sang penjual soda. Kalisa langsung berd

