Farel membuka buku tebal dengan cover merah bertuliskan 'Madilog'. Madilog padalah salah satu dari sekian buku yang Farel favoritkan. Sesaat matanya fokus ke dalam buku, tapi sesaat kemudian matanya beralih ke yang lain. Farel seperti tidak bisa fokus dengan bacaannya malam ini. Ia terus terngiang dengan sosok Fania, juga Azka. Apa yang bisa ia lakukan agar Azka mau menjauhi Fania? Apa yang bisa ia lakukan agar Azka benar-benar jera dan tak akan melakukan hal yang macam-macam lagi pada Fania? Farel menghela napas panjang. Ia melepas kacamata beningnya, lalu menutup rapat bukunya. Farel memilih memejamkan matanya dan memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya. Setidaknya untuk saat ini perasaannya lega karena fania sudah ia antarkan kembali ke rumah. Ada orangtua yang akan menjaga Fania.

