Untuk Fania

3454 Words

Langit malam ini tampak gelap gulita dengan ada bulan berbentuk nyaris bulat sempurna. Tak ada bintang di atas langit sana. Mungkin karena itulah, terkadang bulan merasa kesepian karena bintang yang ia harapkan selalu pergi meninggalkannya. Helaan napas panjang yang kesekian kalinya keluar dari mulut Farel. Farel merasa aneh pada dirinya sendiri. Setelah semalam ia membagikan ceritanya pada Althaf, Farel malah semakin tidak bisa tidur. Semakin ia berusaha melupakan Fania, ia malah jadi lebih mengingat gadis itu. Mungkin yang dibilang Althaf benar, bagaimana mau melupakan sedangkan dimulai saja belum. Entah karena Farel yang kebangetan polos atau bagaimana, karena ia memang belum pernah merasakan jatuh cinta. Tapi apa yang kini ia rasakan bisa disebut sebagai jatuh cinta? Kepala Farel men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD