Cinta Dalam Diam (1)

3649 Words

"Apa sih, apa? Nggak usah sok misteri gitu deh, Rel. Udah ah, gue mau pulang!" Fania menggeser tubuhnya ke samping, namun niatnya untuk pergi kembali dicegah oleh Farel. "Kenapa sih, nggak mau diem dulu?" Fania berdecak kesal sambil menarik tali tasnya yang terus saja dipegang oleh Farel. "Ya terus mau ngomong apa, sih? Kalau mau ngomong, ya ngomong aja. Nggak usah kaya siput, lama!" semprot Fania dengan kesal. Kerutan akhirnya tercipta di kening Farel. "Apa semua perempuan selalu begini setiap datang bulan? Marah-marah dan nggak sabaran." Fania mendesis dengan muka merah padam karena malu. Malu karena ingat insiden di kantin tadi. "Kok lo jadi bahas itu, sih? Udah ah, gue mau pulang! Dasar, nyebelin!" Fania menghentakkan kakinya. "Gue masih perlu bicara sama lo," ucap Farel yang kemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD