Atmosfer di kamar inap salah satu pasien rumah sakit mendadak terasa begitu tenang dan sunyi karena semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut terlihat mengatupkan bibir mereka masing-masing dengan sangat rapat tiba-tiba, terutama dengan sosok lelaki muda di antara para orangtua yang berada disana. Pandangan lelaoi itu hanya tertuju pada pasien yang masih terbaring dan sedang menatap balik dirinya lurus dengan raut yang sulit di jelaskan. "Om Axel." bisiknya dengan suara pelan terdengar untuk pertama kalinya sejak kaki Axel menapak di ruangan tersebut. Wajah pucat pasi Anggun mengusik Axel hingga lelaki itu mengepalkan tangannya tanpa sadar. "Dad." "Iya Nak." Albert merespons cepat panggilan putrinya meski pria paruh baya itu sedang duduk di sofa yang jaraknya sekitar dua seten

