M.O.S. 05

1387 Words
"Khalila, mau kemana kamu?" Tanya Mr. Kenny yang sudah berjalan di belakang Khalila.  Khalila yang hendak keluar dari lobby untuk pulang akhirnya berhenti, dan membalikkan tubuh menatap Bossnya.  "Shift saya sudah selesai Mr. Kenny, saya akan pulang ke tempat kost saya." Jawab Khalila dengan segan.  "Maaf, tapi Mr. Hobbs ingin kita menemuinya petang ini, jadi maaf sekali hari ini kamu harus lembur." Ucap Mr. Kenny. Khalila memanyunkan bibirnya dengan sangat kesal.  "Tapi..untuk apa?" Tanya Khalila bersungut.  "Aku juga belum tahu pasti, tapi kita akan segera mengetahuinya jika kita segera berangkat kesana sekarang." Jawab Mr. Kenny tenang.  "SEKARANG?!!! Bukankah tadi anda bilang Mr. Hobbs mengajak bertemu nanti petang hari?! Kenapa harus berangkat sekarang?!" Tanya Khalila Protes dengan sedikit berteriak.  Kenny menatap Khalila dari atas ke bawah, seakan memperhatikan pakaian seragam yang dipakai Khalila. Khalila mengikuti arah pandangan Kenny pada seragamnya.   "Kamu pikir aku akan membiarkanmu menemaniku kesana dengan pakaian itu?! Tidak! Jadi aku lebih baik mengajakmu ke butik sebelum menemui Mr. Hobbs." Jelas Mr. Kenny  "Tak bisakah anda mengajak pak Giring saja? Karena saya sudah ada keperluan yang tidak bisa ditunda" tanya Khalila.  "Bukan aku yang memintamu ikut, Mr. Hobbs yang sudah memilihmu untuk mengurus pernikahannya, jadi aku tak mungkin mengajak orang lain." Jawab Kenny.  Khalila akhirnya menyerah, dia mendengus kesal, karena Bhanu telah menunggunya diluar hotel untuk pulang bersama.  "Baiklah, tapi saya harus memberitahu kekasih saya dulu, dia sudah menunggu sedaritadi." Ucap Khalila, dan Mr. Kenny hanya mengangguk.  "Aku tunggu di basement, di mobilku, ingat hanya 15 menit." Sahut Mr. Kenny dan segera Khalila melotot menatapnya.  "Tidak! terserah saya akan seberapa lama dengan kekasih saya! Kalau anda tak sabar menunggu, silahkan anda pergi sendiri!" Ucap Khalila ketus menatap tajam bossnya.  "Kau berani mengancamku?! Apa kau lupa siapa aku?!" Sahut Kenny tak kalah tajam menatap Khalila.  "Maaf, tapi anda juga harus ingat siapa saya saat ini bagi Mr. Hobbs!" Ucap Khalila tak mau kalah. Kenny hanya mampu menggeram kesal.  "Baiklah! Aku tunggu disini, cepatlah temui kekasihmu dan kita segera berangkat." Sahut Kenny dan langsung berbalik menuju ke sofa yang ada di lobby ini.  Khalila tersenyum menang dan langsung keluar menemui Bhanu. Bhanu tersenyum manis menyambut kekasihnya yang sedikit berlari ke arahnya. "Tak perlu berlari Lila, nanti kau bisa jatuh. Aku tak mau kau terluka dear.." ucap Bhanu sambil mengacak rambut di puncak kepala Khalila.  "Bay, maaf ya...ma...aaaaaafffff banget, klienku meminta pertemuan lagi sore ini, jadi aku harus lembur, maaf ya Bay...." Ucap Khalila dengan wajah bersalah dan memelas. Bhanu hanya tersenyum, lalu meraih tangan Khalila supaya lebih mendekat padanya.  "Gak apa dear, siapa tahu kamu bisa naik jabatan atau naik gaji setelah project ini. Ayo bersemangatlah! Kalau mau jadi orang sukses itu gak boleh mengeluh capek." Sahut Bhanu bijaksana dan penuh pengertian. Khalila semakin merasa bersalah, menatap Bhanu.  "Tapi aku kan pengen jalan-jalan sama kamu Bay, aku sudah sangat merindukan kamu." Ucap Khalila manja dengan bibir yang manyun. Bhanu tak tertahan lagi dengan bibir manyun Khalila, dia langsung meraih tengkuk Khalila dan mendekatkan wajah mereka. Bhanu mengecup bibir Khalila, menciumnya dengan lembut dan penuh cinta, Khalila hanya memejamkan matanya dan menikmati ciuman Bhanu juga membalasnya. Mereka tidak menyadari ada seseorang yang geram, kesal dan marah, melihat adegan mesra mereka dari jauh. "Aku juga sangat merindukanmu Lila." Bisik Bhanu dengan wajah yang masih saling dekat, meski ciuman mereka telah terlepas. Tangan Bhanu melingkar di pinggang Khalila begitu juga dengan Khalila.  "Terima kasih ya Bay sudah mau ngerti, maaf ya kamu harus makan malam sendiri hari ini." Ucap Khalila.  "hm..kata siapa aku pengertian??? Aku akan menagih kebersamaan kita nanti malam saat kamu sudah kembali ke kost. Jadi kamu jangan pulang malam-malam ya, inget aku nungguin lho..." Sahut Bhanu.  "iicchh... Ebay genit deh.." ucap Khalila mencubit lengan Bhanu sambil tersenyum lebar dan merona. Bhanu tertawa melihat wajah Khalila yang merona.  "Genit sama kekasih sendiri gak apa kan..., Pokoknya kalau kamu sudah mau pulang kabari aku ya, nanti aku jemput kamu." Ucap Bhanu tersenyum lebar.  "Aku naik taxi aja gak apa Bay, kasihan kamu beberapa hari ini sudah lelah lembur terus, hari ini mumpung kamu bisa pulang sore, lebih baik kamu istirahat aja Bay, nanti kalau aku sudah sampai di kost, aku bakal mampir ke kamar kamu." Sahut Khalila.  "Aku gak akan biarin kamu cuma mampir aja di kamar aku.." ucap Bhanu menggoda dan Khalila langsung melotot.  "Hah?! Kamu kok sekarang genit banget sih Bay??? Lagi kesambet setan m***m ya???" Tanya Khalila memukul lengan Bhanu. Bhanu tertawa dengan reaksi Khalila.  "Kamu sih semakin hari semakin cantik dan sexy, jadi gak tahan deh kalau dekat kamu, apalagi kalau lihat kakimu yang pakai stoking hitam gitu, jadi tambah nakal pikiranku..." Ucap Bhanu melirik ke arah kaki Khalila dan semakin menggoda Khalila.  "Haishh!!!! Sudah ach! Aku mau masuk sekarang, kamu pulangnya hati-hati ya Bay. love you Bay..." Sahut Khalila lalu mengecup rahang Bhanu.  "Love you too Lila, kamu juga hati-hati ya, jangan ceroboh apalagi waktu di taxi, jangan pilih sembarangan Taxi lho ya, kalau susah cari Taxi kamu langsung telepon aku ya..."pesan Bhanu sedikit ada rasa khawatir.  "Siap Ebay sayangku yang protective..." Sahut Khalila sambil mendekatkan tangannya ke samping keningnya memberi hormat pada Bhanu. Bhanu pun semakin gemas dan kembali mencium bibir Khalila. Khalila mengusap bibir Bhanu saat ciuman mereka terlepas. "Kamu sekarang jadi suka cium bibir aku Bay, padahal setahun ini kamu cium di bibirku gak lebih dari 5x????" Ucap Khalila.  "Bibirmu mendadak jadi canduku Lila, apalagi sejak kamu sudah bisa membalas gerakan bibirku, aku jadi semakin kecanduan." Sahut Bhanu berbisik. Khalila hanya tersenyum menunduk malu.   Seorang dari jauh semakin geram dan memanas emosi di dirinya karena Khalila terlalu lama bermesraan dengan kekasihnya. Dia sudah beranjak berdiri untuk menghampiri Khalila, namun diurungkannya karena dilayarnya menunjukkan kekasih Khalila sudah mulai bersiap untuk pergi, dia pun kembali duduk di sofa.   "Sudah cepat kamu temui klienmu, semakin cepat bertemu jadi semakin cepat kamu pulang. Aku jalan pulang dulu ya, kelamaan disini yang ada aku culik kamu dari klien kamu." Ucap Bhanu dan melepaskan tubuh Khalila dari tangannya. Khalila hanya mengangguk tersenyum, menatap Bhanu yang sedang bersiap melaju bersama motornya. "Daaaaghhh...hati-hati ya Bay, sampai ketemu nanti." Ucap Khalila melambaikan tangannya, Bhanu mengangguk dengan wajah tersenyum dibalik kaca helm. Khalila kembali masuk ke lobby hotel, dan menghampiri Mr. Kenny yang sedang duduk di sofa sambil bermain smartphone nya. Khalila tidak bicara apapun, dia hanya duduk di hadapan Mr. Kenny.   "Sudah selesai bermesraannya?! Lain kali kalau mau beradegan m***m jangan di lingkungan hotel ini! Aku gak mau hotel ayahku ini disebut hotel m***m gara-gara kelakuanmu dan kekasihmu!" Ucap Mr. Kenny tanpa menatap Khalila. Khalila melongo dengan ucapan boss nya, khalila melihat keluar dari arah kaca jendela besar. "Darimana dia tau??? padahal sedaritadi dia duduk disini, dan tempatku tadi berciuman dengan Bhanu sangat tidak bisa dilihat dari arah sini, tapi kok dia bisa tau sih??!!!" Batin Khalila berpikir sambil memeriksa darimana kiranya Boss bisa tau dia berciuman di depan tadi.   Kenny akhirnya mendongakkan kepala melihat ke Khalila, karena penasaran tumben Khalila tidak langsung membalas saat Kenny menyindirnya. Kenny langsung tau apa yang ada dipikiran Khalila melihat dari gerakan tubuhnya yang memeriksa dari semua sisi kaca besar Lobby. Kenny langsung berdiri dan menunjukkan smartphone nya yang sedang menampilkan rekaman CCTV hotel ini, tepat menyodorkannya ke hadapan wajah Khalila. Khalila sangat terkejut karena mendadak ada sebuah layar dihadapannya sedang memutar kejadian dia berciuman dengan Bhanu tadi. "Dasar kampungan! Cepat ayo! Kita harus segera berangkat! Aku tak suka terlambat!" Ucap Kenny sinis dan langsung memasukkan smartphone nya kembali ke saku jasnya, lalu melangkah menuju lift. Khalila langsung mengikuti boss nya itu dengan tergesa-gesa, lalu ikut masuk ke dalam lift khusus itu, berdiri di belakang Kenny. Khalila malu karena ketahuan berciuman dengan Bhanu di lingkungan kerja. Saat pintu lift sudah tertutup, Mr. Kenny segera berbalik ke Khalila dan mendorong pelan Khalila di perutnya hingga punggungnya menempel ke dinding kotak lift.   "Apa yang akan anda lakukan Mr. Kenny? Jangan coba melakukan hal buruk padaku Mr. Kenny, atau aku benar-benar akan melawanmu!" Ucap Khalila penuh ancaman. Kenny hanya menatap dalam manik mata Khalila, dengan jarak tubuh dan wajah mereka semakin dekat. "Ingat hutang hukumanmu masih ada 3 Khalila! Jangan pernah mengancamku!" Ucap Mr. Kenny berbisik menempel di telinga Khalila. Khalila menggelenyar tersengat listrik karena sentuhan bibir Mr. Kenny di telinganya, tanpa sadar Khalila memejamkan matanya dan menahan napasnya, tapi jantungnya berdetak kencang. Mr. Kenny melirik ke reaksi wajah Khalila dan tersenyum menang. "Sedikit lagi, dan kau seutuhnya milikku Khalila." Batin Mr. Kenny.   Ting!! Suara lift sudah tiba di Basement. Mr. Kenny segera berbalik dan keluar meninggalkan Khalila yang masih harus mengatur dirinya efek dari hangatnya napas Mr. Kenny di telinga dan lehernya tadi. Otak Khalila segera menyadarkan dirinya, dan dia segera berlari menyusul langkah Mr. Kenny menuju ke mobilnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD