Setelah perbincangan terakhir keduanya, Erlin memilih untuk bungkam dan agak menjaga jarak dengan Jamien. Ia waspada, takut-takut jika pria itu memaksanya melakukan penyatuan. Membayangkan keduanya ‘kawin’ langsung membuat bulu kuduknya meremang, Erlin belum memikirkan sejauh itu. Belum lagi Erlin belum diangkat menjadi Luna secara resmi, butuh acara penobatan untuk melakukannya. Meskipun sudah menerima takdirnya dengan ikhlas, tapi ia sama sekali tidak ingin buru-buru melakukan perkawinan itu. Seperti halnya saat ini Erlin sedang memasang mata waspada untuk pergi ke dapur, perutnya berbunyi minta diisi. Pagi tadi ia rela tidak ikut sarapan bersama demi menghindari pria itu, mau ditaruh mana muka Erlin yang sudah kepalang malu. Rasanya telinganya masih geli saat Jamien mengatakan t

