Cemburu Itu...

1023 Words
Diam... Begitu sikap Mas Satya sejak terakhir makan bersama Mami. Aku bingung mengartikan sikapnya, kukira kedewasaannya selama ini akan lebih mempermudah hubungan kami. Selama ini ia juga lebih banyak mengalah terutama saat menghadapiku. Namun, ternyata perkiraanku salah... Tidak sepenuhnya, namun kali ini sikapnya benar benar seperti ABG yang sedang marahan alias ngambek kepada pacarnya. Tck, Sedangkan aku seperti seorang ke gap ketemuan sama Mantannya, padahal semua diluar perkiraanku. Sama sekali tidak menduga bertemu tante Melda di salon. Selayaknya sudah lama tidak bertemu, kami saling menanyakan kabar. Diluar dugaan Bayu datang menjemput tante Melda sedangkan Mami dengan lancarnya menceritakan pada Mas Satya. Tidak salah Mami juga karena ia begitu exited melihat cerita Bayu yang dulunya pernah meminta tolong pada mbak Nia yang notebenya seorang dokter untuk merekomendasikannya di salah satu kampus drngan basic fakultas kedokteran. Baru kusadari juga bahwa ternyata tante Melda dan Mami adalah teman arisan yang cukup akrab. Dunia se sempit ini... Btw, secara tidak langsung Mas Satya sudah kenal sama Bayu dong ya? "Mas...?" panggilku kepadanya "Hm..." Se singkat itu jawabannya Kami sedang dalam perjalanan menuju apartemen. "kok diem aja?" "mau ngobrol apa Wilda?" dengan fokus ke jalanan di depan. "jangan langsung ke apartemen deh" "kamu mau kemana?" "Mall Ciputra" "ngapain?" "pingen makan es krim" "oke..." kembali dengan jawaban sesingkat itu. Bener bener gak nyaman didiemin Mas Satya kayak gini. Sifatnya itu jauh dari kepribadiannya selama ini. Apa aku duluan yang jelasin ya? Sesampainya di Ciputra Mall dan menuju tempat yang dimaksud. "Mas..." penggilku lirih "Iya" "Mas Satyaku" panggilku kembali dengan nada yang dibuat semanis mungkin. Kini ia meliat penuh ke arahku. Kami sedang menunggu pesanan datang setelah memilih beberapa menu sebelumnya. "ada yang mengganggu kamu Mas? Sikap kamu benear benar buat aku serba salah" tanyaku hati hati "gak ada Wilda, cuma sedikit... Capek" ada jeda disana Tidak lama pesanan kami datang. Dua paket bowl es krim, milikku dengan toping marshmello sedangkan Mas Satya dengan toping aneka buah serta satu piring berisi wafel dengan siraman madu. Aku benar benar membutuhkan asupan glukosa. "Mas, aku mau jelasin sesuatu biar gak salah paham" kataku dan tidak ada jawaban darinya "Aku udah terlanjur sayang sama kamu Mas, melihat perjuangan kamu dari awal sudah membuat aku yakin kalau kamu adalah pilihan terbaik buat aku" menjeda sebentar "tadi benar benar gak sengaja ketemu tante Melda dan Bayu ketika aku sama Mami melakukan treatment. Aku udah gak ada perasaan apapun sama Bayu, sebelum memilih kamu pun aku udah melepaskan Bayu. Please jangan diemin aku kayak gini, aku gak nyaman, aku gak-" kataku terjeda ketika Mas Satya menggenggam tanganku setelah aku menjelaskan dengan menggebu. "cukup Wilda..." Penjelasanku barusan benar benar dicerna oleh Mas Satya. Kulihat ia menghembuskan nafas sambil memejamkan mata, detik berikutnya ia membuka mata dan melihatku sambil tersenyum. "Iya, maafkan Mas juga. Mas sedikit emosi ketika mendengar penjelasan dari Mami. Mas nyesel" katanya sambil memegang tangan kiriku yang bebas "nyesel kenapa Mas?" "kenapa tadi gak ngantar kalian berdua, dengan begitu Mas bisa tunjukkin kalau kamu miliknya Mas" Sumpah dicemburuin Mas Satya gak asik banget... Dua hari setelah acara ngambeknya Mas Satya karena cemburu kemudian hubungan kami kembali menghangat. Seperti sore ini, baru saja mendapatkan pesan masuk bahwa ia sudah menungguku didepan kantor. "dua hari ini pemandangannya range rover banget ya kan?" pernyataan mbak Laras menginterupsi "apaan sih mbak?" kataku karena sudah jelas pernyataannya ditujukan padaku "dari kemarin antar jemput terus perasaan" mbak Laras mulai lagi. "bilang 'Bye' sama Wilda deh van. Kita bener bener gak masuk kelasnya" kata Mas Eko pada Ivan yang dari tadi hanya menyimak. Kulihat ivan hanya tersenyum kecut tanpa menanggapi. "udah ya, udah. Aku balik dulu, bye bala bala Turah Club" pamitku kemudian meraih tas jinjing dan melenggang melewati mereka. Kudengar mereka masih riuh membahas hubunganku dengan Mas Satya. Ya, sejak kemarin saat berangkat kerja diantar oleh Mas Satya. Bukan aku yang minta ya, ia sendiri yang menawarkan karena ingin mengetahui tempat kerjaku. Kemarin saat mobil kami berada di depan kantor bertepatan ada mbak Laras dan Mas Eko tiba dan melihat kearah mobil yang kutumpangi. Begitu pintu mobil terbuka dan melihatku bersama Mas Satya auto heboh mereka dengan membombardir di salah satu grup chat yang berisikan staf accounting minus Pak Manager. Disana terdapat fotoku bersama Mas Satya mulai dari keluar mobil sampai aku berpamitan dengannya hingga memasuki kantor. Jadi, sejak kemarin sore sampai sekarang ketika aku pamit pulang selalu ada suara 'cie cie' dipenjuru ruangan. Siapa lagi penggagasnya kalau bukan mbak Laras dan Mas Eko. Unfaedah banget kan mereka berdua, aku doain jodoh jangan? "Hai sayang?" katanya setelah aku memasuki mobil dan menutup pintu "Hai Mas, udah lama?" Mas Satya mulai melajukan mobil yang kami tumpangi meninggalkan area perkantoran "enggak kok. Mau kemana nih? Langsung pulang atau cari makan" "gak ada opsi jalan jalan nih?" "kamu kan capek, mending cari makan terus antar kamu pulang biar segera istirahat" "besok kamu udah balik lho... Gak pingen ngajak aku kemana gitu?" "yaudah kamu minta kemana?" Senyumku mengambang seperti anak kecil jika permintaannya dipenuhi. Sesampainya diapartemen tepat pukul sembilan malam. Mas Satya pun segera pamit karena besok ia mengambil penerbangan pagi. Sekalian ia berpamitan karena besok aku tidak dapat mengantarkannya menuju bandara. Andai besok pagi tidak ada meeting, pasti lebih memilih izin masuk telat atau izin satu hari sekalian. Setelah membasuh tubuhku dengan air hangat kemudian berganti dengan piyama motif hello kitty. Menyenderkan tubuh di kepala ranjang sambil mengetik di room chat sebuah aplikasi. Me : miss you Mas Satyaku Mas Satyaku ❤ : Miss you too dear... Nikah yuk, biar setiap saat bisa ketemu kamu... Beresin dulu kuliahnya Mas! Iya, ini juga sudah berusaha maksimal. Doain Mas, mulai besok fokus mengerjakan Tesis. Bakal jarang komunikasi lagi Mas? Sepertinya begitu, kan sudah dijelasin tadi. Mas mohon dengan sangat atas pengertian kamu sayang. Iya Mas, pejuang LDR yaaa begini nih. Hehehe Sementara kok, sabar... He'em, istirahat Mas Iya sayang. Mas lanjut packing dulu, konbawa Oyasuminasai. Menutup room chat dengan hati sedikit gundah karena akan mulai LDR an kembali. Merebahkan tubuh dengan menarik selimut sebatas d**a untuk beristirahat guna menenangkan keresahan hati secara tiba tiba. Berharap esok akan bangun dengan suasana hati yang lebih baik lagi. Konbawa, Oyasuminasai... . . . To be Continued With Love -Ayaya-
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD