64

1618 Words

Matanya terasa berat sekali untuk bisa terbuka, seakan kantuk begitu menghinggapi kelopak matanya dan tak ingin pergi. Kening Kinta berkerut, sesaat terasa sakit di beberapa bagian tubuhnya namun Kinta tidak tahu dimana rasa sakit itu berasal. Ketika matanya perlahan terbuka, yang pertama dia lihat adalah langit-langit kamar berwarna putih yang dari tampilannya saja Kinta yakin jika dirinya sedang di rumah sakit. Mengingat itu, matanya langsung melebar dan tangannya langsung menyentuh perut. Jantungnya terasa berhenti saat mengetahui jika perutnya yang besar itu kini sudah tidak ada. Kinta panik, berusaha menggerakkan bibirnya untuk bertanya atau memanggil siapapun namun tidak ada kata yang berhasil keluar dari bibirnya. Dengan memejamkan mata, Kinta kemudian mengumpulkan kekuatannya da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD