53

1537 Words

Kinta menikmati pemandangan dimana suaminya yang tampan dan maskulin itu tengah bergulat dengan pisau dapur dan segala bahan yang akan menjadi menu utama saat ini. Sesekali Agni menoleh padanya, hanya untuk melempar senyum yang langsung dibalas senyum lebar oleh Kinta. "Usahakan rasanya tidak terlalu kuat tapi juga jangan sampai hambar," ujar Agni. Setelah dia mendorong piring berisi ayam gepuk buatannya, dia kemudian bergerak melepas apron yang masih dia kenakan. Kinta berusaha turun dari kursi tinggi yang dia duduki, dengan gerakan tangkas Agni kemudian menghampiri saat melihat dirinya yang oleng. "Makasih Mas suami," ujar Kinta dengan kekehan kecil. Agni hanya menggeleng, membantunya untuk berdiri dengan tegak. "Jadi nantinya Fahri yang bikin masakan mirip sama masakan yang dibua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD