"Aku engga kenapa-kenapa. Kinta langsung meringis saat melihat tatapan tajam dari suaminya usai dia berkata dengan yakin bahwa dirinya baik-baik saja. Beberapa saat lalu, ketika dirinya membuka mata yang pertama dia lihat adalah Agni. Bukan dengan wajah lembut dan senyum manis yang biasa, melainkan wajah seram dan juga tatapan mengerikan. "Harusnya kamu bilang kalau kamu memang engga dalam kondisi yang baik-baik aja. Kenapa kamu cuma bilang kalau kepala kamu pusing sedikit? Kalau tahu kamu sakit, aku juga engga akan berangkat kerja." Kinta hanya melipat bibir, dirinya tidak bisa membela diri di saat Agni terlihat begitu menyeramkan. "Kamu udah engga pusing? Ayo kita pulang." Kinta langsung mengangguk, dia bangun dari posisi tidurnya dan hendak turun. Namun kepalanya tiba-tiba berdeny

