V

1536 Words
"Itu rahasia. Intinya kau istirahat dahulu sampai benar benar sembuh lalu kita akan pergi ke hutan racun." Selama beberapa hari Jían, Lan, dan Lea merawat Xiaoćhun dengan sangat baik, selain itu hubungan mereka berdua semakin dekat. Akhirnya ia sembuh juga dan hari ini mereka berdua akan pergi ke hutan racun.Jían dan Xiaoćhun berangkat pagi-pagi sekali jadi mereka akan sampai sekitar waktu tengah hari. Sebelum itu Jían masuk ke ruang angkasa dahulu. "Aku hari ini akan mengajak kalian ke hutan racun. Jika kalian ingin ikut berubahlah ke wujud hewan. Mingming dan Jinjin apakah kalian berdua bisa berubah menjadi kuda?" "Tentu saja! /pastinya bisa!" Teriak mereka bersamaan. Mereka berlima segera berubah menjadi wujud hewan. Mingming dan Jinjin berubah menjadi kuda yang cantik, Daxue menjadi kucing putih yang gembul, Cheng berubah menjadi burung berwarna merah, dan Qingyu berubah menjadi ular putih. Sebenarnya ini bukan wujud hewan asli mereka, hanya saja jika mereka berubah ke dalam wujud yang asli itu membuat curiga orang lain. Sesudah berubah mereka segera keluar dari ruang angkasa. Qingyu berada di atas kepala Jían itu membuatnya terlihat seperti hiasan rambut dan Daxue berada di pelukan Jían. Sementara itu Cheng terbang disekitar Jían bertujuan untuk menjaganya. Sambil membawa mingming dan Jinjin keluar. Xiaoćhun yang sudah lama menunggu dan melihat dari kejauhan kalau Jían membawa dua ekor kuda. "Xiaoćhun maaf karena lama. Kita ke hutan racun naik kuda saja ya. Aku sedang malas berlari." Kata Jían. Jían hanya membuat alasan saja supaya tingkat kultivasinya tidak diketahui oleh Xiaoćhun. "Iya iya. Ayo sekarang kita berangkat. Aku ingin naik kuda yang putih, bolehkah?" "Iya naik saja, aku pakai yang cokelat." Mereka segera memacu kuda dan menuju hutan. Perjalan dari gubuk menuju hutan tidaklah lama, itu hanya memerlukan sekitar beberapa jam. Selama perjalanan Daxue selalu berada di pelukan Jían,dengan tenang ia tidur nyaman dipelukannya dan Cheng tak lagi terbang melainkan bertengger di pundak Jían,selain itu jalan menuju hutan sangat indah. Sesekali mereka berhenti untuk menikmati pemandangan. Waktu berlalu dengan cepat sekarang mereka semua sudah berada di pintu masuk hutan racun. Segera setelah mereka masuk kedalam hutan, kicauan burung menyambut kedatangan mereka. "Waahh... hutan ini benar-benar indah tidak seperti yang dikatakan orang orang kalau hutan ini mengerikan." "Apa kau pertama kalinya datang ke hutan racun?" "Iya aku baru pertama kali kesini. Memangnya kenapa? " "Pantas saja kau belum tahu, kau masih belum sampai ke dalam hutan. Disana kau akan melihat yang sebenarnya, bagaimana isi hutan ini." Pada saat itu Xiaoćhun melihat bunga yang cantik dan berhenti untuk memetik beberapa tangkai bunga tersebut. Jían melihat bahwa Xiaoćhun akan memetik bunga, ia segera menyambar tangannya. "Xiaoćhun jika kau tak boleh sembarangan memetik bunga dan tumbuhan disini. Apa kau lupa kalau ini hutan racun?" "Ah maaf. Tapi apakah bunga itu beracun, bunga itu sangat cantik dan bentuknya seperti mawar jadi aku fikir itu tidak beracun." "Bunga yang akan kau petik itu Ranuculus jika kau menyentuhnya itu akan mengeluarkan zat protononim yang dapat mengakibatkan gangguan kulit." "Ah hampir saja kulitku yang mulus ini akan terluka, terimakasih Jían. Mulai sekarang aku akan lebih berhati hati. Tapi apa itu zat? Proto.. proto apa tadi?" "Yaa baguslah jika kau mengerti. Lupakan tentang zat itu. Kita harus cepat sampai ke puncak, supaya bisa memetik Lotus Putih pada matahari terbenam." Jika Lotus Putih dipetik pada saat itu maka efeknya akan sangat bagus daripada Lotus yang dipetik pada lain waktu. Lotus putih juga berada di Jían dan Xiaoćhun memacu kudanya dengam cepat, tanpas istirahat. Mereka sudah semakin dalam menuju hutan racun. Semakin dalam semakin mengerikan keadaan sekitarnya, membuat badan Xiaoćhun bergidik ngeri. Kicauan burung kini digantikan oleh raungan mengerikan binatang setan yang ada dimana mana, bunga-bunga yang indah digantikan dengan semak-semak dan duri-duri yang beracun. Ketika mereka hampir mencapai puncak tiba-tiba tangisan dan raungan kesakitan terdengar di telinga Jían dan Xiaoćhun. "Jían apa kau mendengar tangisan seseorang? Bagaimana kalau kita mengecek nya? " "Iya aku mendengaranya, biar aku yang mengecek kau pergilah ke puncak sebentar lagi matahari akan tenggelam. Ketika sampai ke puncak kau cukup sebutkan namaku dan berikan ini kepadanya. Dan tunggu disana sampai aku kembali." Kata Jían sambil memberikan sebuah sebuah kristal merah. "Iya aku akan menunggumu. Kau hati-hati ya." Xiaoćhun segera menuju ke puncak dan Jían pergi ke arah sumber suara tangisan itu. Setibanya disana Jían melihat dua makhluk yang terjerat jaring emas di ranting pohon. "Tolong... seseorang tolong lepaskan aku dari sini." "Siapapun yang mendengar tolong lepaskan kami..." Jían mengenal mereka berdua. Mereka adalah anak dari kaum serigala hitam. Salah satu binatang setan yang paling kuat di hutan ini. Jían segera mendekat dan menyentuh jaring emas tersebut. Setelah menyentuhnya ia mengerti bahwa jaring emas itu sangat kuat. Seseorang tang terperangkap tidak dapat mendengar dan melihat apa yang terjadi diluar jaring, tapi suara mereka bisa keluar. 'Jían, jaring ini dilengkapi dengan sebuah mantera yang kuat. Mungkin kau harus menggunakan tongkat sihir fawstreak supaya bisa menghilangkan manteranya. Aku bisa saja melakukannya tapi aku harus berada dalam wujudku yang sebenarnya.' Kata Qingyu di dalam pikiran Jían. Sesudah mendengar saran Qingyu, Jían segera mengucapkan nama tongkat itu 'Fawstreak wand.' Sekarang di tangan kanan Jían sudah ada sebuah tongkat sihir berwarna merah dengan emas di ujungnya yang dihiasi dengan bulu api phoenix. Emas yang ditempa menjadi tajam dan diisi dengan lava panas dari neraka. Sekilas itu terlihat seperti tombak, tapi nyatanya itu adalah sebuah tongkat sihir. Jían mengarahkan ujung tongkatnya pada kedua jaring emas itu dan ia mengucapkan sebuah kata 'Latitude' dan tongkat sihir itu mengeuarkan cahaya berisikan tulisan-tulisan rumit yang mengelilingi jaring emas tersebut. Duar Jaring emas tersebut terbakar dan kedua serigala itu jatuh ketanah. "Jían! Terimakasih sudah menyelamatkan kita berdua." Teriak mereka bersamaan. "Ya ya ya. Lain kali kalian hati-hati. Sekarang kirim sinyal kepada kaum kalian, suruh mereka kesini." Kata Jían sambil mengelus-elus kepala mereka. Jían menyuruh kedua serigala kecil itu memanggil kaumnya karena ia mendengar suara langkah kaki dari kejauhan yang akan segera mendekat. Awuuuu. Awuuuuu. Awuuuu. Awuuuu...... mereka berdua melolong keras. Dan dari kejauhan juga terdengar lolongan serigala dan langkah kaki mereka. Dalam beberapa detik kaum serigala hitam sampai ditempat dan bertemu Jían. Mereka melihat bahwa kedua serigala kecil itu masih sehat segera melihat ke arah Jían dan melolong keras dalam rangka berterimakasih padanya. "Sebentar lagi ada rombongan yang akan datang kesini sebaiknya kalian bersiap. Cukup berikan mereka luka jangan sampai dibunuh. Mengerti?" Awuuuuu Awuuu Awuuu Jían kemudian membentuk sebuah lingkaran sihir dibawah kaki para serigala tersebut, Ia menggunakan sihirnya lagi untuk menambah kekuatan para serigala hitam tersebut. 'Intercalate' seketika tubuh para serigala itu dikelilingi cahaya dan tubuh mereka perlahan lahan membesar. 'Cheng setelah mereka selesai bertarung kau berubahlah menjadi Phoenix dan bicara bahwa mereka tidak boleh lagi memburu binatang setan di hutan racun.' Kata Jían dalam pikirannya. Setelah itu Jían pergi menuju puncak karena tak ingin Xiaoćhun marah karena ia terlalu lama. Selang beberapa waktu setelah Jían pergi, para rombongan itu muncul dan disambut dengan puluhan serigala hitam. Mereka semua segera diserang habis habisan oleh para serigala itu. "Mengapa tiba-tiba ada banyak serigala hitam disini!" Teriak salah satu dari mereka. "Mana aku tahu bodoh." Setelah lama bertarung dengan para serigala, rombongan itu mulai kelelahan dan kesakitan akibat luka yang ditimbulkan mereka. Tiba-tiba saat mereka sedang bertarung muncul cahaya di langit yang lama kelamaan berubah menjadi api. Dan membentuk seekor burung yang dikelilingi api. "Itu.. itu burung phoenix!!!" "Lari semuanya lari!!!" Sesaat sebelum mereka melarikan diri dari san phoenix. Api sudah lebih dulu mengelilingi rombongan itu. Semuanya hanya bisa memohon dan memohon supaya dibebaskan dari lingkaran api yang mengerikan itu. "Kami mohon, tolong lepaskan kami" "Kami akan melakukan apapun yang anda perintahkan. Biarkan kami pergi." "Setelah kalian melakukan hal yang jahat pada temanku, kau meminta maaf begitu saja? Katakan siapa yang menyuruhmu!" Kata Cheng sambil menggentak. Para rombongan itu bingung sekaligus takut. Bagaimana bisa mereka mengatakan nama tuannya hanya karena ingin menyelamatkan diri. "Putra mahkota Fengying! Putra mahkota Fengying yang menyuruh kita untuk menangkap anak serigala itu!" Teriak salah satu dari mereka. "Oh jadi dia. Kalian sampaikan kepada semua orang. DILARANG MEMBUNUH BINATANG SETAN DI HUTAN RACUN INI. KALIAN HANYA BOLEH MENGAMBIL TUMBUH-TUMBUHAN SAJA DI HUTAN INI. JIKA KALIAN BERANI MEMBURU BINATANG DI HUTAN INI AKAN AKU HUKUM DENGAN SEBERAT BERATNYA." Setelah itu Cheng memadamkan lingkaran api yang dibuatnya dan langsung menghilang dari hadapan mereka dan para serigala juga sudah pergi sesudah melihat Cheng menghipang. Rombongan itu bersuka cita dan segera pergi dari hutan tersebut untuk memberi peristiwa yang terjadi. Jían sudah sampai di puncak dan ia melihat Xiaoćhun sedang memegangi perutnya. Xiaoćhun juga melihat kedatangan Jían, ia langsung menghampirinya. Tapi ia terkejut dengan keadaan Jían yang sedang membawa tongkat sihir. "Jían akhirnya kau datang aku sudah lama menunggumu, aku lapar seka- Apa itu yang ada ditanganmu?! Apa itu tongkat sihir?Biar kutebak apakah itu Fawstreak Wand?! Tongkat sihir yang sudah lama hilang itu?! " "Ya seperti yang kau lihat ini tongkat sihir. Ya tepat sasaran." "Kau sebenarnya itu apa sih Jían. Keterampilan pedangmu bagus dan sekarang aku melihatmu memegang sebuah tongkat sihir. Atau sebenarnya kau bisa menggunakan semua s*****a di benua ini?!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD