Bayu Aksara Lima belas menit kemudian, aku selesai dengan urusan kamar mandi. Aku memasuki area dapur dan mendapati Lekha sedang sibuk menyiapkan peralatan makan di atas meja makan. “Ada bantuan yang bisa saya berikan?” tanyaku iseng. Lekha tersenyum. “Udah selesai. Duduk, Bayu,” ujarnya mempersilakan. “Thanks. Ngomong-ngomong kamu biasa masak gini kalau sedang libur ke rumah sakit?” tanyaku saat kami memulai acara sarapan nasi goreng bikinan Lekha. “Nggak selalu. Kalau pas lagi bener-bener ada waktu luang aja. Isi kulkasnya sayang banget kalau nggak dipakek. Plus ibu negara pasti akan ngomel-ngomel sepanjang jalan kenangan kalau sampai lihat bahan-bahan makanan di kulkas udah pada nggak layak digunakan,” jelas Lekha. Ketika aku meneguk air putih untuk memperlancar proses pence

