Bayu Aksara Aku segera menyalami Encang Daud yang kini sedang menatapku lekat-lekat. “Saya Bayu, Encang,” ujarku memperkenalkan diri. “Oh, jadi kamu yang diceritakan Rosma dan Hilman waktu itu. Terima kasih ya, sudah mau datang ke sini.” Rosma itu nama mamanya Lekha. Tadi Lekha yang bilang saat perjalanan. Ternyata mamanya Lekha sudah bercerita soal aku ke anggota keluarganya yang lain. Entah kenapa aku jadi merasa salah tingkah sekarang ini mendengar kenyataan soal itu. “Saya juga merasa tersanjung sudah diundang ke acara ini, Encang,” jawabku sopan. Aku mengangguk saat Encang Daud mempersilakan aku duduk di kursi samping sofa single yang sedari tadi menjadi tempat duduk beliau. Lekha berjalan ke arah box bayi setelah berpamitan padaku akan datang ke sana. “Duh, beban pengelu

