Candralekha Aku melirik Bayu yang baru saja memasang seatbelt. “Kalau kamu capek dan ngantuk biar saya yang nyetir, kamu tidur aja. Nanti kalau sudah masuk kompleks apartemen saya bangunin.” Kasihan juga melihat Bayu. Sepertinya dia kecapekan meladeni banyak orang yang mengajak berkenalan dan mengobrol. Belum lagi dia sempat menemani keponakan dari saudara sepupu jauh aku yang kebetulan datang. Awalnya bingung, kok Bayu bisa mudah akrab dengan anak-anak usia sekitar 9 sampai 10 tahunan gitu. Aku lupa kalau Bayu adalah seorang ayah dari anak perempuan sepantaran keponakan-keponakan itu. Berbanding terbalik dengan aku yang tidak terlalu menyukai anak kecil. Apalagi usia toddler yang aku anggap nggak ada bedanya sebagai little destroyer. “Saya nggak ngantuk,” jawabnya sambil menoleh dan t

