Candralekha Aku keluar lift bersama Sigi dan Syfo menuju ruang praktekku. Hari ini jadwalku praktek pagi. Di ruang tunggu sudah ada lima orang sedang menunggu. Tiga orang di antara adalah wanita hamil dan yang dua orang lagi seorang wanita paruh baya sedang berbincang dengan wanita yang agak lebih muda dari wanita paruh baya yang tidak asing. Sementara Syfo datang untuk berkonsultasi soal kondisi rahimnya yang pernah menggunakan IUD selama usia pernikahannya dengan mantan suaminya yang bejad. “Kamu bawa daftar pasien hari ini, Sigi?” tanyaku berhenti sejenak setelah beberapa langkah dari lift. Pertanyaanku dijawab oleh Sigi dalam anggukan santai. Sebelum Sigi menunjukkan apa yang aku tanyakan, wanita paruh baya yang tidak asing tadi menoleh dan menundukkan kepala memberi hormat padak

