44. Tidak Berbinar Seperti Biasanya

1110 Words

Bayu Aksara Aku tidak menyangka begitu keras dunia pada seorang perempuan seperti Lekha. Entah kesalahan apa yang diperbuatnya di kehidupannya yang dulu sampai dia harus terlahir kembali dan menjalani kehidupan yang begitu keji seperti itu. Pantas saja refleks itu masih ada meski 16 tahun telah berlalu. Kata orang memang lebih mudah memaafkan daripada melupakan. Mungkin itu yang terjadi pada Lekha. Tangisan Lekha kali ini nyaris tidak bersuara dan itu terdengar menyesakkan. Beda ketika dia menangis di kamar hotel beberapa waktu lalu, setelah menangis sekeras-kerasnya dia langsung terlihat lebih baik. Sementara tangisnya yang sekarang ini membuatku jadi ikut merasakan kesedihannya. Aku jadi ingin ikut menangis membayangkan bagaimana keadaannya waktu itu. Terakhir kali aku nangis saat su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD