43. Berhasil Membuka Tabir Rahasia

1303 Words

“Tapi aku mau melanjutkannya,” ujarku yang kini sedang berada dalam pelukan Bayu. “Aku nggak akan memaksa kamu lagi. Maafin aku, ya,” ujarnya sambil mencium puncak kepalaku lama. Aku menggeleng guna menahan diri untuk tidak menangis sekarang. “Aku mau melanjutkannya,” ujarku bersikeras sambil melepaskan diri dari pelukan Bayu. Aku bukan tidak sanggup bercerita lagi. Tapi memang penjelasan bagian itu membutuhkan seluruh energi di dalam diriku dan juga ketegaran hatiku. Mengingatnya kembali membuat jantungku seakan diremas kuat dan begitu menyakitkan. “Hari itu lagi-lagi dia ketahuan selingkuh, bahkan dengan mata kepalaku. Tapi dia masih ngelak dan marah besar karena aku nggak percaya sama omongannya. Aku yang sudah berada di titik putus asaku minta putus dan permintaan itu justru meny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD