Bayu Aksara Baru kali ini aku melihat Lekha serapuh ini. Dia seperti orang yang terpuruk dan ketakutan. Kondisinya sekarang bahkan lebih lemah dari ketika dia tampak murung beberapa waktu lalu. Sebenarnya aku nggak terlalu berpengalaman dalam mengatasi perempuan yang sedang bersedih. Tapi aku benar-benar nggak bisa melihat seorang perempuan menangis, apalagi orang itu aku kenal dengan baik. Aku hanya berusaha melakukan sesuatu yang sesuai dengan instingku sebagai seorang laki-laki. Entahlah hal impulsif ini yang paling tepat atau justru sudah melewati batas hubungan antara kami, ketika aku dengan hati-hati merangkul pundak Lekha. Namun bisa sedikit lega karena Lekha tidak menolak pelukanku. Aku ingin bertanya persoalan apa yang kini tengah mengganggu pikirannya, tapi urung ketika merasa

