29. Menangislah

1604 Words

Bayu Aksara Tepat ketika aku mau melangkah masuk ke kamar mandi ponselku berdering. Akhirnya aku mengurungkan niat awalku dan lebih memilih menerima panggilan telepon tersebut. Berharap orang yang sedang berusaha menghubungiku adalah Lekha. Dan benar saja, senyumku refleks mengembang kala melihat nama Lekha tampil di layar ponsel. “Bayu… Sorry. Tadi telpon saya, ya? Ada apa?” “Nggak ada apa-apa. Tadinya mau ngajak kamu makan. Tapi kalau kamu belum makan.” “Oke, boleh.” “Tapi saya masih ada kerjaan yang harus diselesaikan. Nggak sampai satu jam lagi nggak apa-apa? Kerjaannya baru aja dikirim dari Jakarta.” Ada jeda hening dari seberang telepon. Tak lama setelah itu Lekha menjawab. “Saya boleh nunggu di tempat kamu, Bayu? Kamu di hotel mana? Biar saya yang ke sana.” Eh, gimana?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD