Undangan Pernikahan

1418 Words

Aree: Undangan Pernikahan "Vaaan! Minum gue mana buruan!" Ceklek. Pintu kamar gue dibuka dari luar. Gue kira itu Douvan, nggak tahunya si panjul. Bocah itu celingukkan, sebelah tangannya menekan gagang pintu sampai setengah badannya menyembul di tengah-tengah pintu. "Ngapain lo?" sembur gue, begitu gue sama dia pandangan. Wangga masuk ke kamar seolah ragu. Dihampirinya ranjang gue lalu menyodorkan botol air minum. Gue mengerutkan dahi, memandangi botol dan pemiliknya bergantian. Nggak ada angin, nggak ada hujan, tahu-tahu dia memberikan gue botolnya. "Nih, minum." Wangga mengerjapkan matanya. Kedua tangannya memegangi botol minumnya erat-erat. "Lo nyuruh gue minum pake botol lo? Douvan mana? Suruh Douvan aja! Buruan, gue haus banget!" "Kenapa nggak ambil sendiri?" tanyanya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD