Semoga Lo Bahagia

1563 Words

Madu: Semoga Lo Bahagia "Dia udah tidur," gumam Aree, menegakkan badan setelah kurang lebih dua jam duduk di lantai. "Gue jadi khawatir." Gue meluruskan kaki, menoleh ke Wangga yang berbaring di sofa sembari memeluk tangan besar Aree. Aree mendengus, seolah menyepelekan kekhawatiran gue. "Nggak perlu khawatir sama Wangga. Bukan anak lo ini." "Tapi gue punya hati," balas gue, kemudian menarik napas panjang. "Emang lo, udah mati rasa. Bukan manusia berarti." Ngomong sama Aree percuma rasanya. Gue jelaskan maksud kekhawatiran gue, pun, Aree pasti akan menyepelekannya lagi dan lagi. Kalau Bu Ishela mengatakan manusia diciptakan lengkap sama otak, gue pengin menambahkan, manusia juga diberi akal sehat serta perasaan. Lo nangis, lo sedih, lo senang, itu yang dinamakan perasaan, kan? Ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD