Ayo, Cari Ayah

1125 Words

Madu: Ayo, Cari Ayah "Lo beneran nggak mau makan?" Wangga menggeleng. Bibirnya mengerucut. Wajahnya berubah sendu. "Nenek udah capek-capek buatin lo bekal padahal. Kenapa nggak mau makan?" bujuk gue, Wangga menundukkan kepalanya. "Kak Mini, ayo cari Ayah!" "Hmm?" Gue menyingkirkan kotak bekal Wangga ke kursi kosong. "Ayah lo? Cari Ayah lo, maksudnya?" Wangga mengangguk-anggukkan kepalanya. Wajahnya yang sendu belum berubah sama sekali. Bahkan, wajah ini lah yang gue temukan beberapa hari terakhir. Selalu murung, diajak ngomong cuma disahuti sesekadar, kayak menutup dirinya dari orang-orang. "Kasian Ayah," gumamnya sedih. "Ayah makannya gimana? Tidurnya di mana? Ayah punya selimut buat tidur, nggak?" Gue menarik napas panjang, lalu menurunkan kedua bahu dengan lemas. Anak se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD