*** Ucapan Bayanaka pada Shireen tadi pagi tidak bohong. Benar-benar tidak keluar rumah, hari minggu ini dia habiskan untuk bersantai—bahkan sejak pukul sebelas siang tadi, Bayanaka tidur hingga akhirnya terbangun pukul setengah tiga sore. Belum makan siang, untuk beberapa saat Bayanaka sibuk mengumpulkan nyawa hingga setelah beberapa menit berlalu, dia yang masih berbaring di kasur, mengambil ponsel. Mendapati sebuah pesan, Bayanaka mengernyit sebelum kemudian membuka pesan tersebut. Bukan dari orang lain, chat yang masuk setengah jam lalu itu berasal dari Medina, dengan isi yang berhasil membuat Bayanaka heran. (Mas, tentang perceraianku sama Mas Fajar, apa aku batalin aja ya? Aku mendadak bingung.) Itulah sekiranya pesan yang Medina kirim—membuat Bayanaka yang semula berbaring, ber

