Bagian 69

989 Words

*** Fajar pergi, Medina bersantai dengan perasaan yang lebih tenang. Tidak perlu berpura-pura baik, lalu tidak perlu pula menahan mual ketika sang suami memanggilnya sayang, Medina benar-benar bebas. Namun, hal tersebut tidak bertahan lama karena setelah mendapat telepon dari Arula, perasaan tidak tenang kembali menghampiri. Tidak ada perkataan aneh, sang teman lama hanya mengutarakan niatnya untuk menjenguk. Namun, hal tersebut membuat Medina degdegan karena setelah kejadian kemarin pun interaksinya dengan Bayanaka, dia belum mengobrol banyal dengan Arula. “Bakalan bahas Mas Naka enggak ya, Arula?” tanya Medina, di sela kegiatannya menunggu sang teman datang. “Takut banget salah jawab pas dia bahas Mas Naka.” Berusaha menenangkan pikiran, Medina tersentak setelah suara pintu dibuka t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD