*** "Elodia." Barusaja beranjak dari kursi, gumaman tersebut keluar dari mulut Bayana setelah nama Elodia terpampang di layar ponsel. Lekas menjawab panggilan dari calon istrinya itu, dia menyapa, "Halo, Elodia, kenapa?" "Kak Naka masih di kantor apa udah pulang?" tanya Elodia. "Aku mau ngajak keluar nih. Pengen nonton film." Bayanaka seketika dilanda bingung. Punya janji bertemu dengan Medina di danau, dia tak tahu harus menjawab apa ajakan Elodia karena untuk menolak, Bayanaka tak enak. Namun, membatalkan janjinya dengan Medina juga dia tak enak karena tak mudah, untuk mendapat jawaban iya dari perempuan itu, dia harus membujuk. Jika Bayanaka sore ini tak datang, bukan tak mungkin ke depannya Medina tak mau lagi dia ajak bertemu. Hal tersebut akan sangat mengecewakan karena selai

