Bagian 21

926 Words

*** "Medina." Medina menoleh. Mendapati Bayanaka berdiri tak jauh darinya, seulas senyum terukir. Tak diam saja, dia menyapa. "Mas." Menerima ajakan Bayanaka untuk bertemu, Medina menunggu di sebuah bangku yang terletak di pinggir danau. Sampai lebih dulu, selama beberapa menit dia menikmati semilir angin sore sampai akhirnya yang ditunggu pun tiba. "Nunggu lama ya?" tanya Bayanaka. "Maaf, tadi di perempatan malah ada macet." "Aku belum lama sampe, Kok, mas tenang aja," ucap Medina. "Duduk. Habis kerja, Mas Naka pasti capek." "Terima kasih." "Sama-sama." Tak banyak bicara, Bayanaka mengambil posisi di samping Medina. Sedikit canggung, selama beberapa detik suasana hening menyelimuti sampai akhirnya Bayanaka buka suara. "Gimana kabar kamu dan calon dedek? Baik?" "Baik, Mas, Alham

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD