*** "Kenapa nih? Kusut banget itu muka." Fajar yang tengah bersandar pada kursi, seketika menoleh setelah pertanyaan tersebut didapatkannya dari Danny. Berdiri sambil memegang segelas kopi, sang sahabat sepertinya baru kembali dari dapur. "Pusing," ucap Fajar. "Rosa sama Medina enggak seakur yang aku duga ternyata." Masih dengan senyuman terukir di bibir, Danny duduk di kursinya lalu bertanya, "Ada masalah apa kali ini?" "Medina," ucap Fajar. "Dia telepon Rosa terus maki-maki. Rosa dikatain orang ketigalah, dikatain murahanlah, terus disebut juga perebut. Rosa sampe nangis-nangis di rumah, terus enggak mau makan. Mamaku sekarang lagi ngebujuk." "Serius?" tanya Danny dengan raut wajah kaget. "Kok bisa Medina lakuin itu? Setahu aku dia perempuan yang lembut. Kenapa mendadak brutal?" "

