*** "Mas Fajar." Bergumam setelah mendapati nama sang suami terpampang, Medina yang duduk di depan meja rias, lekas menjawab panggilan. Tertidur usai meminum obat, Medina bangun pukul setengah lima sore, sehingga kini—pukul setengah enam, dia baru selesai mandi juga berganti pakaian. "Halo, Mas." "Din, gimana kondisi kamu hari ini?" tanya Fajar. "Enggak ada keluhan, kan?" "Enggak ada, aku baik-baik aja," ucap Medina. "Syukurlah," ucap Fajar. "Oh ya, setelah tadi siang nangis-nangis, Rosa minta aku nemenin dia di rumah. Enggak apa-apa, kan? Katanya anggap aja itu permintaan maaf untuk apa yang kamu lakuin ke dia. Rosa kehilangan nafsu makan soalnya setelah dimaki sama kamu." "Kamu mau tidur di sana maksudnya?" "Enggak sampai tidur di sana," ucap Fajar. "Aku palingan nemenin Rosa sa

