18. Menjadi Mama

1605 Words

Nirmala menatap dengan takjub halaman rumah Dokter yang merupakan teman ayahnya ini. Jarak dari gerbang rumah hingga ke pintu cukup jauh dan halamannya begitu luas. Pepohonan dan tanaman lainnya tampak dirawat oleh ahlinya karena sangat rapi dan tumbuh dengan baik. Dari yang cuma bunga sampai ke pohon buah. Rupanya, Ivan adalah orang yang kaya. Begitu yang Nirmala pikirkan. Tapi kalau kaya, kenapa tidak punya kulkas ice cream sendiri saja? Kan lebih praktis? Mendadak Nirmala terpikirkan akan hal ini. Karena Nirmala tidak pernah mengunjungi rumah yang seperti ini, makanya dia agak kagok ketika melihat ada orang yang kemudian siap memarkirkan mobil Ivan ketika mereka berdua keluar dari mobil. “Ayo masuk dulu sebentar!” ajak Ivan karena Nirmala diam saja. Nirmala yang sedang mengagumi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD