Kebetulan seharusnya tidak terjadi hingga dua kali dalam sehari, kan? Tapi Ivan mendapatkannya dua kali. Ivan sedang berdiri bersama Latif di depan kantor administrasi pukul 5 sore setelah melakukan kelas, mereka membicarakan tentang bagaimana kesan Ivan setelah berhadapan dengan mahasiswa. Ivan tentu saja merasa gugup tapi juga sangat senang bisa kembali merasakan antusiasme mahasiswa apalagi semangatnya. Karena dia dulu juga begitu. Sepertinya Ivan kini telah menemukan alasan lain untuk tetap mengajar di kampus ini sebagai dosen tamu yaitu, menemukan semangat lagi dalam dirinya sebagai dokter yang telah lama hilang. Sebab selama ini dirinya menjadi dokter seolah hanya untuk memenuhi tugasnya sebagai ayah untuk tetap bekerja bagi kehidupan yang baik putrinya nanti di masa depan. Tida

